PEKANBARU – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 di Provinsi Riau dipastikan akan berlangsung meriah namun tetap sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Seluruh organisasi masyarakat (ormas) Tionghoa di Kota Pekanbaru sepakat bersatu untuk menggelar perayaan bersama dalam bentuk open house dan berbagai rangkaian aksi sosial bagi masyarakat luas.
Ketua Dewan Penasehat Imlek 2026, Peng Suyoto, menyampaikan rencana tersebut usai melakukan audiensi bersama Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, di Kantor Gubernur Riau, Jumat (6/2/2026). Kehadiran kepala daerah diharapkan mampu memperkuat simpul silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat Tionghoa di Bumi Lancang Kuning.
“Kami mengundang Pak Plt Gubernur Riau untuk hadir pada perayaan Imlek bersama yang diselenggarakan oleh seluruh ormas Tionghoa Pekanbaru. Rencananya kegiatan open house akan dipusatkan di Hotel Furaya pada 22 Februari mendatang,” ujar Peng Suyoto.
Harmoni Sosial dan Kelestarian Lingkungan
Lebih dari sekadar perayaan rutin tahunan, Imlek 2026 di Riau mengusung misi kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Peng Suyoto menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah disusun untuk memberikan dampak nyata bagi warga, tanpa memandang latar belakang.
“Tahun ini agenda kami cukup padat dengan aksi nyata. Mulai dari donor darah, penanaman pohon untuk kelestarian alam, hingga pembagian paket sembako bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu. Imlek adalah momentum untuk berbagi,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa esensi perayaan kali ini adalah memperkuat kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Riau yang selama ini hidup berdampingan dengan rukun.
Respons Positif Pemerintah Provinsi Riau
Rencana tersebut mendapat sambutan hangat dari Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ia mengapresiasi inisiatif ormas Tionghoa yang mengedepankan sisi bakti sosial dalam merayakan hari besar keagamaan dan budaya tersebut.
“Mudah-mudahan seluruh rangkaian acaranya berjalan lancar. Buatlah perayaan sebaik mungkin dan yang terpenting bermanfaat bagi masyarakat luas. Aksi bakti sosial seperti ini tentu sangat bagus dan perlu kita dukung bersama,” ungkap SF Hariyanto.
Puncak perayaan Imlek Bersama 2026 ini diharapkan menjadi simbol kuatnya persatuan dan toleransi di Provinsi Riau, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya bagi masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya.(Adv)












