Potret RiauBengkalis

Restorasi Mangrove Teluk Pambang: Tim ASEAN-UK Pastikan Kelompok Marginal Terlibat

17
×

Restorasi Mangrove Teluk Pambang: Tim ASEAN-UK Pastikan Kelompok Marginal Terlibat

Sebarkan artikel ini
Tim ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) melakukan interview serta menggali informasi aktivitas harian warga lokal (warlok), Kamis 12 Februari 2026, di LPHD Desa Teluk Pambang.F-Istimewa

BENGKALIS – Keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial. Hal inilah yang mendasari Tim ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) melakukan kunjungan lapangan di Desa Teluk Pambang, Kembung Luar, dan Kembung Baru, Bengkalis. Pada Kamis (12/2/2026), tim berfokus melakukan wawancara mendalam untuk memastikan kelompok marginal terlibat aktif dalam restorasi mangrove.

Kegiatan yang berpusat di LPHD Desa Teluk Pambang ini menitikberatkan pada prinsip GEDSI (Gender, Equality, Disability, and Social Inclusion). Dalam sesi tersebut, masyarakat lokal—termasuk keterwakilan dari suku asli dan penyandang disabilitas—menjadi narasumber utama untuk menceritakan aktivitas harian serta peran mereka dalam perlindungan pesisir.

Metode interview dilakukan secara partisipatif, di mana warga dibagi menjadi dua kelompok untuk menggambar dan mempresentasikan kegiatan harian mereka. Data ini menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana keterlibatan kelompok rentan dalam perencanaan lingkungan.

Mariski Nirwan, Manajer Senior Ketahanan Kawasan Pesisir YKAN, menjelaskan bahwa keterlibatan kelompok marginal sangat krusial agar suara perempuan, disabilitas, dan kelompok terpinggirkan tidak terabaikan.

“Menjaga mangrove bukan hanya soal pemulihan alam, tapi juga keadilan sosial. Partisipasi kelompok rentan harus mencakup pengumpulan data inklusi agar mereka terlibat aktif dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan,” tegas Mariski.

Senada dengan itu, Mila Rizqiani dari Wahana Riset Indonesia (WRI) menekankan bahwa manfaat restorasi, seperti penguatan ekonomi lokal, harus dirasakan merata oleh seluruh warga, bukan hanya kelompok dominan. Pendekatan ini diharapkan menciptakan rasa memiliki komunitas yang kuat terhadap hutan mangrove.

Gabrielle Malcolm dari Southeast Asia Climate and Nature-based Solutions (SCeNe) Coalition mengapresiasi antusiasme warga Teluk Pambang selama kunjungan tiga hari tersebut. Data yang terkumpul direncanakan akan menjadi bahan berbagi informasi antar-negara ASEAN dalam upaya transisi hijau.

Setelah rangkaian kegiatan di lapangan, tim melakukan diskusi penyempurnaan data di Hotel Twin Bengkalis, Jumat (13/2). Langkah ini memastikan seluruh informasi inklusi yang menjadi target utama kunjungan telah terkumpul secara akurat dan komprehensif.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pemerintah Desa Teluk Pambang, LPHD, perwakilan YKAN, WRI, serta tim ABL (Arief Firmansyah dan Mutia Rahma Apriani).