ROHUL – Isu kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Presiden secara tegas mendeklarasikan “perang terhadap sampah” sebagai gerakan nasional yang harus dipimpin langsung oleh para kepala daerah.
Presiden Prabowo mengaku prihatin sekaligus malu setelah mendengar keluhan tokoh-tokoh dunia internasional terkait kondisi kebersihan destinasi wisata unggulan Indonesia, termasuk Bali, yang dinilai masih dipenuhi sampah dan kekumuhan.
“Indonesia ini indah, tapi wisatawan tidak datang untuk melihat kekumuhan. Kita harus malu. Saya perintahkan semua menteri, gubernur, bupati, wali kota, hingga pimpinan BUMN untuk memimpin langsung gerakan bersih-bersih lingkungan.
Kalau perlu, menteri pimpin langsung korve setengah jam sebelum masuk kantor,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden bahkan mengeluarkan peringatan keras. Apabila kepala daerah dinilai tidak mampu menggerakkan masyarakat, maka Presiden akan memerintahkan personel TNI dan Polri di daerah untuk turun langsung secara rutin melakukan kerja bakti atau korve lingkungan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan instruksi Presiden. Kehadiran jajaran pimpinan daerah Rohul dalam Rakornas menjadi simbol kuat komitmen dan soliditas Forkopimda.
Turut hadir dalam agenda nasional tersebut Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM, didampingi Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM, Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini, serta unsur pimpinan vertikal, yakni Kapolres Rokan Hulu dan Kepala Kejaksaan Negeri Rokan Hulu.
Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyusun langkah-langkah konkret dan taktis untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat di Negeri Seribu Suluk.
“Arahan Bapak Presiden sangat jelas dan menyangkut harga diri bangsa. Di Rokan Hulu, kita akan menghidupkan kembali budaya korve atau kerja bakti massal. Saya akan instruksikan seluruh OPD, camat, hingga kepala desa untuk memimpin langsung gerakan bersih lingkungan,” ujar Anton.
Selain itu, Bupati Anton juga menindaklanjuti pesan Presiden terkait pelibatan pelajar. Menurutnya, menanamkan budaya hidup bersih sejak usia sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan Rokan Hulu yang sehat dan asri.
Dukungan penuh juga datang dari unsur legislatif dan aparat penegak hukum. Ketua DPRD Rokan Hulu Hj. Sumiartini menyatakan siap mengawal program kebersihan ini dari sisi kebijakan dan pengawasan agar memiliki landasan yang kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, kehadiran Kapolres dan Kajari Rokan Hulu menegaskan bahwa sinergi Forkopimda akan menjadi motor penggerak utama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan.
“Bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, dan Kajari, kami berkomitmen Rokan Hulu tidak boleh kumuh. Kami pastikan perkantoran, fasilitas umum, hingga kawasan pasar bersih dari sampah, khususnya sampah plastik. Ini bukan hanya soal keindahan, tetapi menyangkut martabat dan kesehatan masyarakat,” pungkas Bupati Anton.
Poin Utama Gerakan ‘Perang Sampah’ di Rokan Hulu:
Korve Rutin: Kerja bakti massal yang dipimpin langsung oleh pejabat struktural.
Edukasi Sekolah: Pelibatan aktif siswa SD, SMP, dan SMA dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sinergi Forkopimda: Kolaborasi TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam penggerakan kebersihan.
Disiplin Perkantoran: Kewajiban membersihkan lingkungan kantor sebelum jam operasional.












