BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mempertegas komitmennya dalam merawat keberagaman dan stabilitas sosial. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Kerukunan Umat Beragama yang melibatkan berbagai elemen lintas agama di Ruang Rapat Kesbangpol Bengkalis, Jumat (13/2/2026).
Acara ini dibuka oleh Bupati Bengkalis Kasmarni yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Andris Wasono. Dalam sambutannya, Andris menekankan bahwa kondisi Bengkalis yang aman dan minim konflik keagamaan harus terus dijaga melalui komunikasi intensif antar-elemen masyarakat.
“Bengkalis adalah daerah yang rukun. Untuk mempertahankan itu, kita akan melakukan pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) sebagai indikator stabilitas sosial. Kami berharap hasilnya tahun ini jauh lebih baik,” ujar Andris.
Kepala Badan Kesbangpol Bengkalis, Suwarto, menambahkan bahwa forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah deteksi dini terhadap potensi konflik. “Kami ingin membangun sinergi kuat dengan FKUB agar setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara musyawarah,” jelasnya.
6 Rekomendasi Strategis Kerukunan Bengkalis
Rapat koordinasi tersebut menghasilkan enam poin kesepakatan penting sebagai pedoman menjaga kerukunan di Negeri Junjungan:
-
Himbauan Hari Besar: Penyusunan surat himbauan menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan guna memastikan masyarakat saling menghargai.
-
Nilai Toleransi: Mendorong suasana harmonis di mana setiap individu tidak mengganggu aktivitas ibadah penganut agama lain.
-
Pengukuran IHAI 2026: Pembentukan tim untuk mengukur empat dimensi harmoni: Ekonomi (30%), Religius (25%), Sosial (23%), dan Budaya (22%).
-
Aktivasi Pemuda: Pembentukan organisasi PELITA (Pemuda Lintas Agama) sebagai wadah generasi muda menjadi agen perdamaian.
-
Pertemuan Rutin: Disepakati pertemuan lintas elemen agama dilakukan secara berkala setiap dua bulan sekali untuk menjaga kesinambungan komunikasi.
-
Sinergi Pemerintah-Tokoh Agama: Memperkuat kolaborasi demi terciptanya suasana aman, damai, dan harmonis secara permanen.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Kodim 0303, Kejari, Polres Bengkalis, MUI, FKUB, serta berbagai organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, PCNU, PSMTI, Perwakilan Katolik, Yayasan Vihara Hok Ann Kiong, hingga perwakilan umat Buddha dan Protestan.
Dengan adanya langkah konkret ini, Pemkab Bengkalis optimis moderasi beragama dapat menjadi budaya yang mengakar kuat di kehidupan sehari-hari masyarakat.












