Potret RiauPelelawan

Pelalawan Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Riau Segera Naikkan Status Provinsi

18
×

Pelalawan Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Riau Segera Naikkan Status Provinsi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) mulai memperketat pengawasan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Saat ini, Kabupaten Pelalawan resmi menjadi daerah pertama di Riau yang menetapkan status Siaga Darurat Karhutla pada tahun 2026.

Penetapan status di tingkat kabupaten ini menjadi pemicu bagi Pemprov Riau untuk segera menaikkan status serupa ke tingkat provinsi guna mempercepat mobilisasi bantuan.

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur, mengonfirmasi telah menerima SK penetapan dari Pelalawan. Sementara itu, Kabupaten Bengkalis dilaporkan tengah dalam proses administratif untuk menetapkan status yang sama.

“SK dari Pelalawan sudah kami terima. Untuk Bengkalis saat ini sedang mempersiapkan dokumennya,” ujar Jim Gafur, Jumat (13/2/2026).

Usulkan Status Tingkat Provinsi Menanggapi penurunan curah hujan dan mulai munculnya titik api di beberapa wilayah, BPBD bersama Forkopimda Riau telah menggelar rapat koordinasi teknis. Hasil rapat tersebut merekomendasikan Gubernur Riau untuk segera menetapkan status Siaga Darurat Karhutla tingkat provinsi.

“Mengingat kondisi cuaca yang semakin kering dan temuan titik Karhutla di lapangan, kami telah mengusulkan kepada Gubernur untuk penetapan status siaga darurat tingkat provinsi,” jelas Jim.

Kejar Bantuan Pusat dan Modifikasi Cuaca Pemerintah Provinsi menargetkan penetapan status tingkat provinsi dapat rampung dalam pekan ini. Langkah ini sangat krusial karena menjadi syarat utama bagi Riau untuk mengajukan bantuan sarana dan prasarana kepada pemerintah pusat.

“Begitu status provinsi ditetapkan, kami akan langsung meminta dukungan dari pusat. Ini meliputi bantuan helikopter water bombing, helikopter patroli, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menciptakan hujan buatan di wilayah rawan,” tegasnya.

Langkah cepat ini diharapkan dapat menekan perluasan lahan yang terbakar sebelum memasuki puncak musim kemarau, guna menghindari kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kesehatan.