Advertorial

Kunjungan Kerja ke Riau, Wamentan RI Sudaryono Pimpin Panen Raya Padi di Kabupaten Kampar

21
×

Kunjungan Kerja ke Riau, Wamentan RI Sudaryono Pimpin Panen Raya Padi di Kabupaten Kampar

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, melakukan kunjungan kerja strategis ke Desa Binuang, Kabupaten Kampar, Senin (9/2/2026).

KAMPAR – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, melakukan kunjungan kerja strategis ke Desa Binuang, Kabupaten Kampar, Senin (9/2/2026). Dalam agenda panen padi tersebut, Sudaryono menegaskan kembali komitmen Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sebagai pilar utama ketahanan bangsa.

Menurut Wamentan, sektor pertanian merupakan program prioritas unggulan yang tidak bisa ditawar. Kemandirian pangan menjadi sangat krusial di tengah ketidakpastian kondisi global maupun potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

“Bapak Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa swasembada pangan adalah hal terpenting. Kita ingin program ini menjadi penopang bagi bangsa agar tidak kesulitan saat menghadapi situasi yang tidak terduga,” ujar Sudaryono.

Dukungan Penuh bagi Petani Riau

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menyatakan bahwa Kementerian Pertanian akan hadir langsung menyelesaikan kendala teknis yang dihadapi petani, mulai dari akses benih, pupuk, hingga alat mesin pertanian (alsintan). Ia juga mendorong agar Provinsi Riau, yang selama ini dikenal kuat di sektor perkebunan, mulai melakukan diversifikasi ke sektor pangan.

“Riau harus merambah ke sektor ketahanan pangan agar kebutuhan daerah dapat terpenuhi secara mandiri,” tambahnya.

Komitmen dan Tantangan di Kabupaten Kampar

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menyambut baik kehadiran Wamentan di wilayahnya. Ia memaparkan bahwa di Desa Binuang saja terdapat 8 kelompok tani dengan total 224 petani yang aktif mendukung program pemerintah. Pada tahun 2025, Pemkab Kampar telah menyalurkan bantuan bibit untuk lahan seluas 256 hektare serta pembangunan jalan usaha tani.

Meski demikian, Ahmad Yuzar tidak menampik adanya hambatan besar yang dihadapi petani di lapangan, terutama terkait keterbatasan anggaran dan infrastruktur air.

“Selama beberapa tahun terakhir, petani hanya bisa panen dua kali setahun karena keterbatasan air dan irigasi yang masih bergantung pada curah hujan. Kami sangat membutuhkan sinergi dan bantuan dari Pemerintah Pusat serta Pemprov agar potensi pertanian di Kampar bisa maksimal,” pungkas Bupati Kampar.

Sinergi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah diharapkan mampu menjawab tantangan akses perairan tersebut, sehingga indeks pertanaman di Kampar dapat meningkat guna mendukung target swasembada pangan 2026.(Adv)