Potret RiauPekanbaru

Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Diskes Riau Instruksikan Tim Krisis Daerah Bergerak Cepat

16
×

Antisipasi Dampak Asap Karhutla, Diskes Riau Instruksikan Tim Krisis Daerah Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

PEKANBARU – Pasca penetapan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau langsung mengambil langkah proaktif. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh infrastruktur kesehatan mampu merespons cepat potensi gangguan kesehatan akibat polusi asap.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, menyatakan bahwa pihaknya telah menyurati seluruh Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten dan kota untuk melakukan konsolidasi. Instruksi utama mencakup pengaktifan Emergency Medical Team (EMT) atau tim medis darurat yang siap terjun langsung ke lapangan.

“Karena status darurat Karhutla sudah ditetapkan, kami ingin memastikan ketersediaan APD, masker, hingga oksigen konsentrat di seluruh daerah mencukupi. Jangan sampai ada daerah terdampak yang kekurangan stok saat terjadi penurunan kualitas udara,” tegas Zulkifli, Selasa (17/02/2026).

Pemantauan Intensif dan Kesiapan Logistik
Tim Krisis Provinsi saat ini terus melakukan pemantauan intensif di zona-zona yang terdeteksi memiliki titik api. Selain memastikan distribusi Alat Pelindung Diri (APD) berjalan lancar, Diskes Riau juga menyiagakan peralatan pendukung medis lainnya untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Himbauan Bagi Kelompok Rentan
Zulkifli memberikan peringatan khusus kepada masyarakat untuk mulai membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan yang meliputi:

  • Anak-anak dan Lansia
  • Ibu Hamil
  • Warga dengan riwayat asma atau penyakit paru kronis.

Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, disarankan menggunakan masker berstandar medis atau tipe N95. Selain itu, warga dihimbau untuk menutup rapat jendela dan pintu hunian saat kabut asap mulai menyelimuti pemukiman.

Kenali Gejala Klinis Akibat Paparan Asap
Masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala klinis seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan sakit, hingga pusing dan mual.

“Kami juga menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi air putih. Untuk sektor pendidikan dan perkantoran, kami minta kegiatan luar ruangan disesuaikan dengan kualitas udara terkini,” pungkas Zulkifli.