BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar memberikan atensi khusus terhadap peran pengemudi ambulans di wilayahnya. Mewakili Bupati Kampar, Asisten III Setda Kampar, Syahrizal, menerima audiensi pengurus Ikatan Persaudaraan Driver Ambulance Kabupaten Kampar (IPDAKK) di ruang kerjanya, Senin (5/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Syahrizal didampingi Kadinkes Kampar Asmara Fitra Abadi, Kadishub Kampar Aidil, serta Anggota DPRD Kampar sekaligus Penasehat IPDAKK, Risky Ananda.
Apresiasi dan Penekanan pada SOP Syahrizal menyampaikan apresiasi tinggi terhadap IPDAKK. Menurutnya, profesi pengemudi ambulans adalah tugas kemanusiaan yang sangat krusial karena bersentuhan langsung dengan keselamatan nyawa masyarakat dalam kondisi darurat.
“Kami sangat mengapresiasi keberadaan IPDAKK. Namun, kami berpesan agar kekompakan tetap dijaga dan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama dengan tetap berpegang teguh pada Standar Operasional Prosedur (SOP),” ujar Syahrizal.
Edukasi Penggunaan Sirene dan Klasifikasi Ambulans Selain masalah teknis medis, Asisten III juga menyoroti etika berkendara di jalan raya, terutama penggunaan sirene. Ia mengingatkan para pengemudi bahwa ada regulasi khusus mengenai sirine berdasarkan tiga kategori ambulans:
-
Ambulans Gawat Darurat.
-
Ambulans Non Gawat Darurat.
-
Ambulans Jenazah.
Ketiga kategori tersebut memiliki ketentuan berbeda dalam penggunaan isyarat bunyi dan lampu untuk menjamin ketertiban serta keselamatan berlalu lintas.
Memperjuangkan Insentif dan SK Driver Ketua IPDAKK, Mune, bersama Sekretaris Gusri Efendi, menyampaikan aspirasi utama dari 40 anggota mereka, yakni terkait kejelasan Surat Keputusan (SK) dan pemberian insentif yang layak.
Menanggapi hal tersebut, Penasehat IPDAKK yang juga Anggota DPRD Kampar, Risky Ananda, menjelaskan bahwa insentif driver ambulans sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). Ia berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, dapat menjalankan aturan tersebut secara konsisten.
“Pemerintah Kabupaten akan menindaklanjuti ini dengan menghimbau para kepala desa agar memberikan perhatian lebih terhadap peran driver ambulans di wilayah masing-masing,” tambah Syahrizal menutup pertemuan.
Audiensi ini diharapkan menjadi titik terang dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus profesionalisme para pengemudi ambulans sebagai garda depan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kampar.






