Potret RiauPekanbaru

Sulap Sampah Jadi Listrik, Begini Strategi Baru Pemko Pekanbaru Tata TPA Muara Fajar

260
×

Sulap Sampah Jadi Listrik, Begini Strategi Baru Pemko Pekanbaru Tata TPA Muara Fajar

Sebarkan artikel ini
Sulap Sampah Jadi Listrik, Begini Strategi Baru Pemko Pekanbaru Tata TPA Muara Fajar
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho meninjau langsung progres penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Ahad (4/1/2025).F-Istimewa

PEKANBARU – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, meninjau langsung progres transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Kecamatan Rumbai Barat, Minggu (4/1/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari metode terbuka (open dumping) menjadi sistem ramah lingkungan controlled landfill dan sanitary landfill.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Agung Nugroho didampingi jajaran pejabat teras Pemko Pekanbaru, mulai dari Wakil Wali Kota, Penjabat Sekda, hingga Plt Kepala DLHK Pekanbaru.

Efisiensi Anggaran Hingga Rp12 Miliar Salah satu poin krusial dalam proyek ini adalah keberhasilan Pemko Pekanbaru dalam melakukan efisiensi anggaran. Semula, pembenahan TPA Muara Fajar diperkirakan akan menyedot APBD sebesar Rp12 miliar. Namun, melalui skema kerja sama dengan pihak swasta, yakni PT Indonesia Clean Energy (ICE), seluruh biaya pembangunan sepenuhnya ditanggung investor.

“Dengan sinergi ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil menghemat anggaran sekitar Rp12 miliar. Seluruh proses penataan dikerjakan dan dibiayai oleh PT ICE,” ujar Agung Nugroho.

Transformasi Sampah Menjadi Energi Listrik Saat ini, progres penutupan tumpukan sampah di TPA Muara Fajar telah mencapai 40 persen. Sampah-sampah tersebut dilapisi tanah dan membran khusus untuk menangkap gas metana. Gas tersebut nantinya akan dikonversi menjadi energi listrik yang akan dibeli oleh PT PLN melalui skema sharing profit.

“Kami menargetkan proses penutupan selesai pertengahan tahun ini. Dengan penataan ini, usia pakai TPA Muara Fajar yang sebelumnya diprediksi hanya bertahan dua tahun, kini bisa diperpanjang hingga 7 sampai 9 tahun,” tambahnya.

Visi Jangka Panjang: TPA Regional dan PLTSa Tak hanya fokus pada Muara Fajar, Wali Kota Agung juga memaparkan visi besar pembangunan TPA Regional bersama kawasan “Pekansekawan” (Pekanbaru, Kampar, Siak, Pelalawan, dan Bengkalis). Di lahan seluas 39 hektare milik Pemprov Riau, rencananya akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan nilai investasi mencapai Rp2,5 triliun oleh Danantara Indonesia.

Dalam skema tersebut, Pekanbaru akan menjadi pemasok utama dengan menyumbang sekitar 70 persen pasokan sampah sebagai bahan baku listrik.

“Sampah lama yang menumpuk di Muara Fajar nantinya akan dibawa ke TPA Regional untuk dimusnahkan melalui mesin pembangkit listrik. Setelah lahan Muara Fajar bersih, lokasinya akan kami sulap menjadi pusat pembibitan pohon untuk mendukung penghijauan kota,” tegas Agung.

Transformasi ini menjadi bukti keseriusan Pemko Pekanbaru dalam menangani persoalan sampah secara modern, berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomis bagi daerah.