Potret RiauIndragiri Hilir

Sukses Digelar, Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau di Inhil Sedot Antusiasme Warga

72
×

Sukses Digelar, Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau di Inhil Sedot Antusiasme Warga

Sebarkan artikel ini
Sukses Digelar, Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau di Inhil Sedot Antusiasme Warga
Sekretaris Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi Jauhari, menghadiri rangkaian kegiatan Festival Banjari dan Habsyi Se-Provinsi Riau yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.F-Istimewa

TEMBILAHAN – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sukses menjadi tuan rumah perhelatan akbar Festival Banjari dan Habsyi se-Provinsi Riau tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 Januari 2026 ini resmi ditutup dengan rangkaian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang penuh khidmat.

Mewakili Bupati Inhil Herman, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi Jauhari, hadir langsung menyaksikan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara. Pemerintah daerah menyatakan rasa bangga atas suksesnya penyelengaraan yang berjalan tertib dan lancar tersebut.

Peserta Lintas Provinsi dan Lintas Generasi Festival religi ini tercatat diikuti oleh sedikitnya 600 peserta. Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari lokal Indragiri Hilir, tetapi juga datang dari Kabupaten Kampar hingga melintasi batas provinsi, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Para peserta didominasi oleh kalangan pelajar, santri, hingga remaja masjid. Menurut Sekda Tantawi, kehadiran seni Banjari dan Habsyi terbukti mampu menjadi pemersatu di tengah keberagaman tradisi Islam.

“Festival ini bukan sekadar ajang adu bakat atau perlombaan semata. Ini adalah wadah strategis untuk menggali potensi diri, mengasah kreativitas, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni Islami,” ujar Tantawi Jauhari dalam sambutannya.

Lestarikan Budaya dan Nilai Islami Pemkab Inhil berharap festival ini memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, bukan sekadar seremonial tahunan. Pengembangan seni Banjari dan Habsyi diharapkan terus konsisten sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Islam yang bernilai tinggi.

Selain sebagai ajang seni, momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar-kontingen dari berbagai daerah.

Hikmah Isra Mi’raj: Penguatan Moral Sejalan dengan peringatan Isra Mi’raj, Tantawi juga mengajak para hadirin untuk memetik hikmah dari perjalanan agung Nabi Muhammad SAW. Ia menekankan bahwa esensi dari peringatan ini adalah penguatan ibadah shalat sebagai tiang agama dan fondasi moral masyarakat.

“Melalui peristiwa Isra Mi’raj, kita diingatkan kembali akan perintah shalat lima waktu. Mari jadikan nilai-nilai religius ini sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan daerah kita,” tutupnya.