RENGAT – Jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) resmi memiliki nakhoda baru di satuan lalu lintas. AKP Fikri Kurniawan, S.Tr.K., SIK., MM., CHCM., kini menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Inhu. Sosok perwira inovatif ini membawa visi besar untuk mentransformasi budaya berkendara di Inhu melalui pendekatan yang lebih humanis dan ramah lingkungan.
Nama AKP Fikri Kurniawan sudah tidak asing di dunia kepolisian Indonesia. Ia merupakan pelopor sekaligus pencetus perubahan format uji praktik SIM C (roda dua) secara nasional. Inovasi sirkuit ujian SIM yang lebih edukatif dan relevan tersebut kini telah diterapkan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari transformasi Polri.
Visi Green Policing dan Edukasi Sejak Dini
Di masa kepemimpinannya di Inhu, AKP Fikri memperkenalkan konsep Green Policing. Program ini bertujuan menyelaraskan ketertiban lalu lintas dengan kepedulian lingkungan. Salah satu agenda utamanya adalah menanamkan kecintaan pada alam kepada generasi muda.
”Kami ingin membangun generasi yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga peduli lingkungan. Edukasi akan dimulai dari tingkat PAUD, pelajar, hingga mahasiswa melalui gerakan penanaman pohon sebagai bagian dari tanggung jawab sosial di jalan raya,” ujar AKP Fikri Kurniawan.
Gebrakan Awal: Ungkap Narkotika saat Ramp Check
Meski baru menjabat, AKP Fikri langsung menunjukkan taringnya dalam Operasi Lilin Lancang Kuning 2025. Dalam kegiatan ramp check dan tes urine massal, personel Satlantas Polres Inhu berhasil menangkap seorang sopir bus antarprovinsi rute Pekanbaru-Bandung yang kedapatan menguasai narkotika jenis sabu.
Tindakan tegas ini menjadi bukti komitmennya dalam menjamin keselamatan penumpang dan mencegah kecelakaan maut akibat penyalahgunaan narkoba oleh pengemudi angkutan umum.
Membangun Sinergi Berkelanjutan
Ke depan, Satlantas Polres Inhu akan memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan dan komunitas masyarakat. Target utamanya adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan yang tidak hanya sekadar penegakan hukum (law enforcement), tetapi juga penguatan budaya tertib yang berkelanjutan.
“Keselamatan berlalu lintas adalah soal kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. Kami ingin jalan raya di Indragiri Hulu menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman bagi semua orang,” pungkasnya.






