PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengapresiasi langkah taktis Pemerintah Kota Pekanbaru dalam merealisasikan bantuan bagi keluarga miskin ekstrem. Kehadiran negara di tengah masyarakat diharapkan menjadi solusi konkret dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, yang meninjau langsung penyaluran bantuan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru pada Rabu (14/1/2026), menyatakan bahwa langkah ini selaras dengan strategi nasional pengentasan kemiskinan.
“Kami melihat langsung raut kebahagiaan masyarakat penerima manfaat. Ini bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk mereka yang sangat membutuhkan dukungan finansial,” ujar Zulkifli.
3 Pilar Utama Penanganan Kemiskinan
Dalam arahannya, Zulkifli memaparkan bahwa Pemprov Riau konsisten menjalankan tiga strategi utama untuk menghapus kemiskinan ekstrem di wilayah Bumi Lancang Kuning:
-
Pengurangan Beban Pengeluaran: Melalui bantuan sosial tunai untuk memenuhi kebutuhan dasar.
-
Peningkatan Pendapatan: Mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat agar lebih mandiri.
-
Penurunan Kantong Kemiskinan: Melakukan pembangunan infrastruktur dan sanitasi di wilayah kumuh.
Zulkifli menjelaskan bahwa bantuan tunai yang disalurkan Pemko Pekanbaru merupakan implementasi pilar pertama. Dengan dana bantuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memenuhi standar hidup minimum yang layak.
Pentingnya Akurasi Data dan Sinergi Lintas Sektor
Pemprov Riau juga menekankan pentingnya pengawasan data agar bantuan jatuh ke tangan yang tepat. Zulkifli memberikan apresiasi khusus atas komitmen Pemko Pekanbaru dalam menjalankan skema budget sharing dengan pemerintah provinsi.
“Koordinasi yang solid antara Pemerintah Kota dan Provinsi adalah kunci. Kami juga mengajak sektor swasta, kementerian, hingga lembaga non-pemerintah untuk ikut berkontribusi dalam upaya kolektif ini,” tambahnya.
Langkah percepatan di Kota Pekanbaru ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di Riau untuk segera merealisasikan program serupa, guna mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem di seluruh Provinsi Riau pada tahun 2026.






