PEKANBARU, Radarsatu.com – Pemerintah Provinsi Riau terus mematangkan langkah nyata dalam menghadapi krisis iklim global. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi membuka Lokakarya dan Dialog Multipihak “Green for Riau Initiative” yang digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini merupakan fase krusial pasca-peluncuran Green for Riau pada Mei 2025 lalu. Lokakarya kali ini difokuskan pada perumusan strategi implementasi, rencana aksi mitigasi, serta penguatan peran aktor kunci dalam menjaga ekosistem hutan dan lahan gambut di Bumi Lancang Kuning.
“Green for Riau kini memasuki fase lanjutan. Kami memposisikan inisiatif ini sebagai platform implementatif untuk memperkuat kesiapan REDD+ berbasis yurisdiksi di Provinsi Riau,” ujar SF Hariyanto saat membuka acara.
Fokus pada Sektor Berbasis Lahan
Dalam arahannya, SF Hariyanto mengungkapkan bahwa Riau memegang peran vital dalam agenda mitigasi iklim nasional. Hal ini mengingat sektor kehutanan masih menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca di Riau dengan porsi mencapai lebih dari 80 persen.
Namun, upaya yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Dalam periode lima tahun terakhir, Provinsi Riau mencatat prestasi positif dengan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 13 persen.
“Fokus kami jelas, yaitu penguatan aksi mitigasi di sektor berbasis lahan. Kami ingin menyelaraskan kebijakan dan proses teknis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengakuan peran masyarakat adat,” tegasnya.
Target Menuju Riau Maju 2045
Provinsi Riau ditargetkan memberikan kontribusi besar bagi pencapaian FOLU Net Sink 2030 tingkat nasional. Dalam jangka panjang, SF Hariyanto menargetkan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca di Riau bisa mendekati 90 persen pada tahun 2045, sejalan dengan visi transformasi daerah.
Melalui lokakarya ini, diharapkan lahir ide-ide inovatif dan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Green for Riau Initiative diharapkan tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, tetapi menjadi gerakan nyata dalam merestorasi lahan gambut, memajukan konservasi hutan, dan mewujudkan pembangunan yang rendah emisi.(Adv)












