Potret RiauRohul

Merajut Asa di Atas Arus: Jembatan Cindur–RBS Jadi Simbol Sinergi Dua Rokan

32
×

Merajut Asa di Atas Arus: Jembatan Cindur–RBS Jadi Simbol Sinergi Dua Rokan

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi lintas daerah ini menjadi langkah strategis untuk menghilangkan sekat administratif yang kerap menghambat aktivitas masyarakat.F-Istimewa

ROHUL– Harapan lama warga di perbatasan Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir kian mendekati kenyataan. Di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APKASI di Kota Batam, Senin (19/1/2026), Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM dan Bupati Rokan Hilir Bistamam secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembangunan jembatan penghubung Cindur–Rantau Benuang Sakti (RBS).

Penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar agenda administratif, melainkan simbol kuat komitmen dua daerah dalam membuka akses konektivitas yang selama ini menjadi kendala utama masyarakat perbatasan. Jembatan yang direncanakan akan dibangun itu diharapkan menjadi solusi atas persoalan mobilitas warga, khususnya petani, pedagang, dan pelajar yang selama ini harus menempuh jalur memutar dengan biaya dan waktu yang tidak sedikit.

Bupati Anton menegaskan, pembangunan jembatan Cindur–RBS merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan dan pemerataan pembangunan.

“Ini bukan hanya tentang beton dan baja, tetapi tentang membuka urat nadi ekonomi baru. Dengan akses yang lancar, biaya angkut hasil pertanian dapat ditekan, dan kesejahteraan masyarakat Rohul dan Rohil akan meningkat,” ujar Anton.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas daerah ini menjadi langkah strategis untuk menghilangkan sekat administratif yang kerap menghambat aktivitas masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh terhalang oleh batas wilayah. Jembatan ini adalah penghubung ekonomi, sosial, dan silaturahmi warga Dua Rokan,” tegasnya.

Komitmen tersebut turut dikawal oleh jajaran teknis kedua daerah. Kepala Dinas PUPR Rohul Zulkifli, ST, dan Kepala Dinas PUPR Rohil Khairul Fahmi terlihat melakukan diskusi intensif terkait aspek perencanaan dan teknis pelaksanaan agar proyek dapat berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi.
Hadir pula sebagai saksi, Kepala Dinas Pertanian Rohul Fisman Hendri, Kabid IKP Diskominfo Rohul Dr. Rudi Fadrial, serta jajaran protokol masing-masing daerah, menandakan bahwa pembangunan ini merupakan kerja kolaboratif lintas sektor.
Usai penandatanganan, Bupati Anton kembali menegaskan bahwa MoU ini merupakan langkah awal menuju realisasi pembangunan fisik.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah meletakkan pondasi awal melalui kesepakatan bersama. Saya minta Dinas PUPR segera menindaklanjuti secara teknis dan berkoordinasi intensif dengan Rohil. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu,” ujarnya.

Bagi warga Cindur dan Rantau Benuang Sakti, rencana pembangunan jembatan ini menjadi harapan baru menuju wilayah perbatasan yang lebih hidup dan produktif. Bukan hanya memperpendek jarak tempuh, namun juga mempercepat perputaran ekonomi dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Sinergi dua kepala daerah ini menjadi gambaran awal pembangunan tahun 2026 yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Kini, warga Dua Rokan menanti dimulainya pengerjaan fisik jembatan yang akan menjadi simbol konektivitas dan kemajuan bersama.