BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menegaskan komitmennya dalam memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah menjelang tahun 2026. Komitmen ini diwakili oleh kehadiran Wakil Bupati Dr. H. Bagus Santoso dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang diselenggarakan secara hybrid pada Senin (24/11) lalu.
Rakor yang dihadiri oleh perwakilan Badan Pangan Nasional, BPS, dan pejabat tinggi Kemendagri, serta Kementerian PUPR ini, menyoroti pentingnya stabilitas ekonomi melalui upaya menekan laju harga.
Ancaman Komoditas dan Kenaikan Emas
Dalam sesi pemaparan, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus melaporkan bahwa inflasi nasional per Oktober 2025 masih terkendali di angka 2,86 persen (yoy). Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai tekanan harga dari komoditas pangan utama, seperti cabai dan beras, serta lonjakan harga emas perhiasan.
Data dari World Gold Council menunjukkan bahwa tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap emas sebagai instrumen investasi telah mendorong harganya melonjak hingga Rp 2,237 juta per gram, menjadikannya salah satu kontributor signifikan terhadap inflasi nasional.
Daerah Tetap Waspada, Riau Jadi Sorotan
Secara regional, meskipun banyak daerah diapresiasi karena berhasil menjaga inflasi sesuai target, beberapa provinsi menunjukkan angka inflasi yang cukup tinggi, termasuk Riau (4,95 persen) dan Sumatera Utara (4,97 persen). Tekanan inflasi yang signifikan juga tercatat di sejumlah kota besar, salah satunya Pekanbaru.
Laporan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga November 2025 menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas, seperti beras dan cabai rawit di lebih dari 280 kabupaten/kota. Namun, kenaikan harga masih terjadi di banyak wilayah, khususnya untuk bawang merah dan daging ayam ras.
Fokus Bengkalis: Kesiapan Data dan Respon Cepat
Menanggapi arahan pusat untuk memperkuat koordinasi dan intervensi cepat, Wabup Bagus Santoso memastikan Bengkalis siap memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengendalian inflasi.
Wabup menekankan bahwa mulai tahun depan, Bengkalis akan memasuki fase krusial perhitungan inflasi secara mandiri. Oleh karena itu, kesiapan data yang akurat menjadi kunci utama. Pemkab Bengkalis berkomitmen untuk:
-
Memastikan penyediaan data harga harian yang valid.
-
Melakukan pemantauan harga secara intensif.
-
Memberikan respons cepat terhadap setiap fluktuasi pasar yang terjadi.
“Stabilitas harga bukan hanya tanggung jawab pusat, tetapi adalah tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah,” tegas Wabup. Dengan penguatan koordinasi, stabilisasi pasokan, dan percepatan distribusi, Pemkab Bengkalis optimistis dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.






