Potret RiauMeranti

Bupati Asmar Jadi Ayah Genre Meranti, Pimpin Gerakan Pencegahan Stunting dan Pembangunan Keluarga

295
×

Bupati Asmar Jadi Ayah Genre Meranti, Pimpin Gerakan Pencegahan Stunting dan Pembangunan Keluarga

Sebarkan artikel ini
H. Asmar, membuka kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Keluarga Berencana (KB), sekaligus dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dan Ayah Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025.F-Istimewa

SELATPANJANG – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, secara resmi dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting dan Ayah Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2025. Pengukuhan ini dilakukan saat pembukaan Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di UPT Puskesmas Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kamis (7/8/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang telah mendukung program percepatan penurunan stunting dan pelayanan KB. “Kami siap mendukung dan menyukseskan seluruh program BKKBN di Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa program KB tidak hanya bertujuan untuk mengatur jumlah anak, tetapi juga untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan mencegah stunting. Ia menjelaskan, stunting bisa dicegah dengan menghindari kehamilan dalam kondisi “4 terlalu”: terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu banyak melahirkan. Ia juga berharap pelayanan KB gratis dapat dilakukan secara berkala untuk menjangkau seluruh Pasangan Usia Subur (PUS).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau, Mhd. Irzal, menyebutkan bahwa angka prevalensi stunting di Riau berhasil diturunkan dari 20,1% menjadi 18,0%. Ia mengapresiasi kolaborasi Pemkab Meranti dan Baznas. “Kami menargetkan pendataan 1.200 keluarga berisiko stunting pada 21–31 Agustus mendatang,” ujar Irzal.

Sebagai simbol komitmen, Bupati Asmar menerima penyerahan bantuan kepada keluarga berisiko stunting. Program ini juga mengintegrasikan gerakan nasional seperti GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).