AdvertorialBengkalis

Bengkalis Meriahkan Pekan Budaya Melayu Serumpun di Peringatan Hari Jadi ke-68 Riau

200
×

Bengkalis Meriahkan Pekan Budaya Melayu Serumpun di Peringatan Hari Jadi ke-68 Riau

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, hadir untuk menyaksikan berbagai atraksi seni, budaya, dan hiburan yang menampilkan kekayaan khazanah Melayu serumpun, sempena perayaan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau. (Foto: Diskominfotik Bengkalis)
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, hadir untuk menyaksikan berbagai atraksi seni, budaya, dan hiburan yang menampilkan kekayaan khazanah Melayu serumpun, sempena perayaan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau. (Foto: Diskominfotik Bengkalis)

PEKANBARU — Kabupaten Bengkalis ikut ambil bagian dan memeriahkan malam kedua Pekan Budaya Melayu Serumpun Hiburan Rakyat Provinsi Riau, Sabtu malam, 9 Agustus 2025. Kehadiran tim seni dan budaya Bengkalis semakin menambah semarak perayaan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau yang digelar di pusat Kota Pekanbaru.

Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, hadir untuk menyaksikan berbagai atraksi seni, budaya, dan hiburan yang menampilkan kekayaan khazanah Melayu serumpun.

Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati lokasi acara, menyaksikan penampilan yang memadukan tradisi dengan sentuhan modern. Persembahan kompang dari Bengkalis menggema di panggung, membangkitkan semangat penonton, sementara parade busana adat memperlihatkan keindahan kain tenun dan songket khas yang menarik perhatian banyak orang.

Di kesempatan itu, Johansyah Syafri memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Pekan Budaya Melayu Serumpun tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mempererat silaturahmi antar daerah dan memperkuat identitas kebudayaan kita. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau. Semoga Riau semakin maju, masyarakatnya sejahtera, serta budaya Melayu tetap terjaga lintas generasi,” ujar Johansyah.

Selain kompang dan busana adat, malam itu juga dimeriahkan dengan penampilan musik tradisional, tarian daerah, dan berbagai atraksi budaya dari perwakilan kabupaten/kota se-Riau. Beragam pertunjukan ini menunjukkan bahwa warisan budaya Melayu tidak hanya tetap hidup, tetapi juga terus berkembang dan relevan di tengah masyarakat modern.

Kehadiran Bengkalis dalam perayaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya daerah ke panggung provinsi, sekaligus membangun kebanggaan masyarakat terhadap identitas Melayu serumpun yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya di Riau.