Potret RiauPekanbaru

Gibran: AI Dongkrak Pelayanan Publik, Contohnya di KAI dan Jalan Tol

362
×

Gibran: AI Dongkrak Pelayanan Publik, Contohnya di KAI dan Jalan Tol

Sebarkan artikel ini
Gibran: AI Dongkrak Pelayanan Publik, Contohnya di KAI dan Jalan Tol
Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka.F-Istimewa

PEKANBARU – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung kehidupan modern dan meningkatkan pelayanan publik di Indonesia. Menurutnya, implementasi AI sudah berlangsung di berbagai sektor.

Hal ini disampaikan Gibran saat menghadiri Muktamar XI Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) di SKA Co-Ex, Pekanbaru, Senin (28/7/2025).

“Implementasi AI ini sudah ada di mana-mana sebenarnya. Misalnya ada di KAI. Jadi kalau di KAI, teman-teman naik kereta itu CCTV-nya sudah ada AI-nya,” ujarnya.

Gibran menjelaskan, teknologi AI yang dipasang pada kamera pengawas di transportasi umum seperti kereta api dapat membantu mengenali perilaku mencurigakan. Bahkan, AI tersebut mampu mengidentifikasi pelaku kejahatan meskipun mereka mengenakan masker.

“Jadi yang copet dan aneh-aneh kelihatan nanti. Meskipun pakai masker tetap bisa teridentifikasi,” jelasnya.

Selain itu, Wapres Gibran juga mencontohkan penerapan AI di jalan tol Trans Jawa saat arus mudik dan balik Lebaran. Teknologi ini membantu pengumpulan data lalu lintas secara real time, termasuk menghitung jumlah kendaraan, mendeteksi penyebab kemacetan, hingga menentukan kapan harus diterapkan sistem contraflow atau one-way.

“Teman-teman yang kemarin mudik lewat jalan tol Trans Jawa, di situ juga sudah ada AI-nya untuk data analitik. Jadi bisa ketahuan jumlah kendaraannya, penyebab kemacetannya, kapan harus contraflow, kapan harus one-way,” terangnya.

“Itulah kenapa mudik kemarin jumlah kecelakaannya sangat sedikit kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ya karena AI,” lanjutnya.

Wapres Gibran menekankan bahwa penguasaan teknologi bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif. Ia menilai keberhasilan implementasi AI di berbagai sektor harus menjadi momentum bagi generasi muda Indonesia untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kita tidak boleh ketinggalan karena di sini banyak anak-anak mudanya. Saya titip, jadi kita harus adaptif, kita enggak boleh tertinggal,” pungkasnya.