PEKANBARU – Meski DPRD Riau baru akan dibahas RAPBD murni tahun anggaran 2025 pada akhir November ini, namun beredar kabar APBD tersebut mengalami defisit.
“APBD 2025 terjadi defisit karena Pj Gubernur (SF Hariyanto) jor-joran menggunakan anggaran sehingga terjadi defisit APBD,” kata Ketua komisi III DPRD Riau Edi Basri.
Edi mengatakan kabar defisit tersebut sudah menjadi perbincangan di kalangan anggota DPRD Riau dan ada yang mengatakan ada ketidak wajaran dalam pengalokasian anggaran.
‘’Nanti akan kami bahas sampai mana keteledoran anggaran tersebut karena defisit APBD itu ada rasionya dan tak boleh melebihi rasionya, sekarang diatas rasio, akhirnya nanti APBD 2025 anjlok karena menutupi defisit 2024 ini,” ucapnya.
Untuk saat ini terang politisi Gerindra ini, berapa nilai pastinya defisit tersebut belum diketahui. Namun nantinya akan terbuka pada saat Banggar dan TAPD Pemprov Riau melakukan pembahasan RAPBD 2025.
“Yang jelas kita sudah tahu, tinggal mengambil sikap, nilai belum kita tahu berapa pastinya yang jelas tidak lagi diambang defisit biasa,” tutup Edi tulis goriau.com. (***)












