HOUTHI – Milisi Houthi akan mewajibkan kapal-kapal yang memasuki perairan Yaman untuk mengantongi surat izin dari mereka.
Menteri Telekomunikasi Houthi Misfer Al Numair mengungkapkan rencana itu akan melibatkan pasukan Angkatan Laut mereka.
“Kami siap membantu permintaan izin dan identifikasi kapal dengan Angkatan Laut Yaman. Dan kami mengonfirmasi bahwa (perizinan) ini untuk keselamatan mereka,” kata Al Numair dalam siaran televisi pada Senin (4/3/2024) waktu setempat, dikutip Reuters.
Wilayah perairan yang terkena dampak perintah Yaman terbentang separuh hingga Selat Bab al-Mandab selebar 20 km atau muara sempit Laut Merah.
Di waktu normal, lebih dari seperempat kapal kargo yang mengangkut produk pertanian melintasi via Kanal Suez.
Houthi kerap menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Mereka mengklaim langkah itu sebagai bentuk solidaritas ke Palestina usai Israel melancarkan agresi ke Gaza.
Milisi itu baru akan berhenti menyerang jika Israel setop agresi di Gaza dan menarik seluruh pasukan dari Palestina.
Menanggapi rencana tersebut, eks Menteri Pertahanan AS Robert Gates ragu Houthi akan berhenti menyerang jika Israel dan Hamas gencatan senjata.
“Mereka mungkin memutuskan bahwa mereka menyukai ide pengendalian jumlah pengiriman via Laut Merah, dan akan terus melanjutkan untuk jangka waktu yang ditentukan,” ujar Gates seperti dilansir cnnindonesia.
Upaya gencatan senjata Israel dan Hamas masih terus dibicarakan. Sejumlah pihak mendesak kesepakatan harus segera tercapai sebelum Ramadhan. (win)












