PEKANBARU – Salah satu provinsi yang kemajuan anggotanya cepat adalah PWI Riau. Disusul Lampung dan Jawa Barat. Riau memiliki 5 wakilnya di Kongres PWI sehingga termasuk salah satu penentu.
“Saya melantik di sini terakhir Zulmansyah di periode pertama, sebagai Sekjen PWI Pusat. Riau ini memang salah satu provinsi yang kemajuan anggotanya cepat sekali, tadi disebut 1.100. Itu yang terbesar di Indonesia, disusul Lampung kemudian Jawa Barat. Lima wakilnya di kongres. Jadi Riau ini Pak Gubernur, di kongres 2026 nanti, salah satu penentu,” ujar ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun usai melantik Raja Isyam Azwar sebagai ketua PWI Riau, Kamis (11/1/24).
Oleh karena itu sambung ketua PWI Pusat, banyak orang berbaik-baik dengan Riau untuk mendapatkan suaranya.
Di depan Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Hendry Ch Bangun menjelaskan, program utama PWI Pusat di bawah kepengurusannya periode 2023-2028 adalah, peningkatan kompetensi dan wawasan.
Oleh karena itu, dengan bantuan dari Kementerian BUMN, PWI Pusat menyelenggarakan uji kompetensi gratis di-38 provinsi dan tambah khusus Solo.
“Nah, ini tadi mendengar laporan Pak Ketua PWI Riau, silahkan diadakan uji kompetensi di sini mau berapa pun, kami siap memberikan fasilitas 60, 70, 80, silahkan. Karena ini gratis harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa, sisi lain dari jurnalisme di Riau adalah ketika dirinya menjadi anggota maupun Wakil Ketua Dewan Pers, banyaknya pengaduan.
“Banyak sekali pengaduan. Dan yang diadukan itu bukan anggota PWI. Jadi kami pun sulit menangani. Tetapi kami tentu berharap, supaya ke depan profesionalisme ketaatan pada kode etik ini dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
PWI Pusat kata Hendry, sudah mencanangkan bahwa PWI Pusat adalah bagian tidak terpisahkan dari upaya untuk memajukan bangsa dan negara, sesuai dengan titah yang lahir pada tanggal 9 Februari 1946 di Solo.
Ketika itu sebut Hendry, Indonesia sedang akan dijajah kembali oleh Belanda. Tokoh-tokoh kongres di Solo dan dalam suasana yang tidak kondusif, PWI itu lebih memikirkan bangsa daripada urusan dalam negerinya.
“Jadi misalnya saja di Jakarta, koran-koran itu diserbu tentara Nica, begitu di daerah lain juga diberangus. Tapi ketika kongres keputusan nomor satu dari kongres itu adalah, wartawan ikut menjaga kedaulatan bangsa. Jadi kita PWI tidak mengurus yang kecil-kecil tapi yang besar-besar,” ujarnya.
Oleh karena itu, pihaknya bersyukur bahwa di kantor PWI Pusat, 3 calon presiden hadir untuk menyampaikan visi misinya.
“Jadi Pak Ganjar Pranowo, Pak Anies Baswedan dan terakhir Pak Prabowo. Jadi kehadiran 3 calon presiden ini di kantor PWI, untuk menyampaikan visi misi kepada seluruh anggota di seluruh Indonesia,” ungkap Hendry.
Di akhir sambutannya, Hendry Ch Bangun juga mengatakan bahwa, PWI Pusat sudah meluncurkan Satgas Anti Hoax untuk menghadapi Pemilu. Sehingga PWI dapat menjernihkan informasi yang
menyesatkan, khususnya terkait dengan Pilpres maupun dengan pemilihan legislatif.
Di akhir sambutannya, ia juga memohon dukungan dan kritik terhadap PWI. Karena selain tertua dan terbesar, pihaknya menginginkan agar PWI 4-5 tahun ke depan dapat menjadi organisasi yang paling berkualitas. (fin)












