PekanbaruPotret Politik

Caleg PAN: Perjuangkan Semua Hak Warga Tanpa Membeda-bedakan

72
×

Caleg PAN: Perjuangkan Semua Hak Warga Tanpa Membeda-bedakan

Sebarkan artikel ini
Fadel saat kampanye di depan ratusan warga, Minggu (21/1/24). (Foto: Fin)

PEKANBARU – Partai PAN, partai nasionalis mengharapkan seluruh kader memperjuangkan semua tanpa memperlihatkan perbedaan.

Demikian disampaikan Caleg PAN DPRD Riau, Muhammad Fadel Variza di depan ratusan warga di lingkungan RT 1 RW 5, Jalan Lancang Kuning Palas, Kecamatan Rumbai, Minggu (21/1/24).

Dalam kampanyenya, caleg DPRD Riau dapil Pekanbaru itu mengatakan, setiap kali berjumpa dengan warga suku Nias dan Batak, dirinya mendapatkan damai dan sambutan yang sangat meriah.

Fadel menjelaskan, dirinya maju anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Kota Pekanbaru merupakan amanah untuk melakukan apa yang sudah dilakukan di Siak, terutama untuk warga suku Nias dan Batak. Yakni dengan menyumbang ambulance dan tanah wakaf 1 hektar untuk dimanfaatkan seperlunya.

“Dan juga kemarin bapak (Alfedri, red) menghadiri pendirian gereja. Dan itulah bukti komitmen dari partai PAN, bukan hanya milik satu agama saja, tapi milik kita semua,” ucapnya.

“Seluruh kader PAN wajib memperjuangkan siapapun, terlepas apapun suku dan agamanya,” tegasnya.

Politisi partai nomor urut 12 pada Pemilu 2024 itu menceritakan, banyak anak putus sekolah, di Kelurahan Sri Meranti Rumbai, ada 7 anak putus sekolah. Di Kulim ada 5 anak putus sekolah akibat tidak efektifnya sistem zonasi pendidikan. Artinya kita bersekolah berdasarkan wilayah tempat kita tinggal.

“Tapi ketika warga kita orang Nias dan Batak dan banyak sekali warga di 15 kecamatan Pekanbaru ini mendaftar sekolah, beberapa di antaranya dipersulit urusannya. Ada yang ditolak dengan alasan kuota penuh, ada yang ditolak dengan alasan rumahnya di luar kawasan zona sekolah. Lalu kemudian dengan ujung-ujungnya diberikan solusi itu membayar uang lewat jalur belakang 5, 10, 15 juta, tak ke mana. Boleh kita biarkan ini terus terjadi? Tak boleh kita biarkan penzoliman terhadap hak-hak anak bangsa ini,” ucap Fadel.

Selain itu Fadel juga menyoroti program yang baik, mulia, isentif dan tunjangan kesehatan yaitu keluarga harapan. Menurutnya, program untuk membantu keluarga tidak mampu itu dinilai banyak salah sasaran.

“Di Rumbai kami melihat, ada sebuah rumah layak huni yang punya mobil, keluarganya produktif, tapi dia dapat bantuan PKH. Tak jauh beberapa meter seberang rumahnya ada rumah orang tua lanjut usia yang stroke dan dijaga istrinya. Punya anak 2 cacat tak bisa beli tas, sulit sekali rasanya mencari nafkah. Makan cuma pakai air, jarang sekali pakai lauk ,” tuturnya.

Lebih lanjut tutur Fadel, ketika dia tanya, mereka tidak dapat bantuan PKH.

Menyikapi hal itu Fadel mengatatakan sistim ini harus dievaluasi. Agar kedepan bantuan-bantuan sosial dari pemerintah, harus tersalurkan kepada orang-orang yang layak dibantu dan diperjuanhkan.

“Tak boleh hanya karena azas kenal dan dekat saja. Tapi harus disensus dan disuvey terus menerus,” pungkasnya. (fin)