PekanbaruPotret Riau

BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

72
×

BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

Sebarkan artikel ini
Jim Gafur. (Foto: fin)

PEKANBARU – Mengingat bencana banjir dan longsor serta angin puting beliung di-9 kabupaten/kota di Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat bencana sejak 20 Desember 2023 sampai dengan tanggal 31 Januari 2024.

“Saat ini 9 kabupaten/kota di Riau yang menetapkan status, baik itu siaga ataupun tanggap darurat bencana banjir,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur saat dikonfirmasi, Senin (8/1/24).

Jim Gafur menjelaskan, dari data BPBD tercatat 9 kabupaten/kota tersebut meliputi 43 kecamatan dan 192 desa yang terdampak banjir.

Ketika ditanya mengenai warga yang menjadi korban banjir, Jim Gafur mengatakan bahwa dari awal pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian. Tetapi kebiasaan masyarakat masih melakukan pengungsian mandiri.

“Kita dari awal sudah mengimbau kepada masyarakat apabila memang masyarakat terdampak banjir ini, sudah kita siapkan. Tetapi kebiasaan masyarakat, masih melakukan pengungsian mandiri. Artinya, mereka sebagian tetap tinggal di rumah. Sebagian lagi mereka mengungsi di tempat keluarga ataupun tetangga yang sudah kenal dari awal. Jadi, memang itu yang menjadi fenomena sekarang,” ucapnya.

Jim Gafur mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tenda-tenda pengungsian yang dibutuhkan masyarakat.

Terkait obat-obatan bagi warga pengungsi ucap Jim Gafur, Dinas Kesehatan Provinsi Riau sudah mengoordinasikan sampai ke tingkat Puskesmas untuk melakukan pelayanan kesehatan, termasuk pemberian obat kepada masyarakat.

“Yang terdampak, saat ini juga terus digencarkan untuk kesehatan, termasuk dari kepolisian dari TNI juga ikut bersama-sama memberikan bantuan logistik makanan dan obat-obatan,” tukas Jim Gafur.

Menurutnya, akibat banjir ini beberapa warga terjangkit penyakit kulit. Salah satunya di Kampar.

“Ya memang kita kemarin meninjau salah satu desa di Kampar, Kualu. Dan Pak Gubernur juga sudah menyaksikan langsung. Memang ada beberapa masyarakat ataupun anak-anak juga yang terjangkit penyakit seperti kulit dan juga diare. Itu sudah dilakukan upaya pelayanan kesehatan kepada mereka,” ujarnya. (Fin)