PEKANBARU – Di tengah-tengah ratusan wartawan pada Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Riau, Pejabat (Pj) Walikota (Wako) Pekanbaru Muflihun membeberkan program prioritas.
Menurutnya, di lapangan program ini belum sampai ke masyarakat. Uang dititipkan di APBD, tapi tak dinikmati masyarakat. Yang pertama, Pemko Pekanbaru telah melaunching program santunan kematian.
“Hari ini ketika masyarakat Pekanbaru ada yang meninggal, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan dana santunan kematian senilai Rp 1 juta di Dinas Sosial (Dinsos) untuk membantu masyarakat yang kurang mampu,” ucap Muflihun saat menyampaikan sambutan pada KLB PWI Riau, Senin (11/12/23).
Ia mengatakan, apapun etnisnya, agamanya, selagi dia masih ber-KTP Pekanbaru, insya Allah Pemko Pekanbaru akan membantu. Program ini dibuat karena pihaknya melihat kenyataan di lapangan. Dimana, jika yang meninggal orang kaya, pelayatnya ramai penuh dari ujung ke ujung.
“Tapi coba yang meninggalnya orang susah, belum tahu 5 orang ada. Jadi minimal kita Pemko menyiapkan bantuan di duka tersebut. Minimum membantu perkuburan atau membantu ahli waris yang ditinggalkan untuk beli konsumsi,” ujarnya.
Berikutnya kata Wako, beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu dan yang berprestasi. Tujuannya agar anak-anak tersebut bisa kuliah setamat SMA.
“Saya masih temukan kecamatan di Pekanbaru ini, masih banyak anak-anak kita tamat SMA tidak berkuliah karena tidak ada uang. Alhamdulillah sampai hari ini 800 anak kita bantu. Buat proposalnya, Pemko siapkan hari ini,” tuturnya.
Ia berharap melalui program ini, ke depan tidak ada lagi anak Pekanbaru yang tidak berkuliah. Karena, ke depan kemungkinan anak-anak ini nanti yang menjadi pimpinan di kota, provinsi atau pusat.
Untuk anak berprestasi. Hari ini kalau dia juara Matematika, Olimpiade Fisika, atau juara olahraga, pihaknya memberikan reward. Tujuannya, untuk motivasi anak-anak lainnya. Karena juara ini sudah pasti punya mental.
Program terobosan yang dibuat oleh Pj Wako Pekanbaru ini kata dia, karena dirinya ingin melihat anak-anak Pekanbaru mampu bersaing, berkompetisi, tidak hanya pintar di kelas, tapi ketemu langsung diuji cobakan, dia malu gugup.
“Makanya kita buat kegiatan-kegiatan yang bisa mengasah keberanian anak-anak kita. Ini target ke depan,” ulas Muflihun.
Selain itu, ulas Muflihun yang juga Sekwan DPRD Riau ini, Pemko Pekanbaru juga telah melaunching program jaminan masyarakat bertuah. Program ini kerjasama Pemko dengan BPJS. Pemko menitipkan uang di BPJS untuk membantu seluruh masyarakat Pekanbaru yang sakit.
“Cukup bawa KTP, berobat ke Puskesmas, rumah sakit akan diobati secara gratis. Fasilitas kesehatan ini wajib dirasakan oleh seluruh masyarakat. Tapi masih ada masyarakat yang hari ini ketika sakit, dia cari pinjam uang dulu, jual barang dulu. Mulai hari kita akan bantu karena tugas pemerintah,” tukasnya.
Menurutnya, untuk apa bangun gedung tinggi-tinggi sementara anak-anak kita belum bersekolah.
Ia pun menegaskan bahwa, pelayanan dasar yang harus dipenuhi adalah, pendidikan dan kesehatan. Setelah ini merata, cerdas semua, pihaknya baru bicara bangun infrastruktur.
Terakhir kata Muflihun, Pemko menyiapkan bantuan subsidi bunga bagi pelaku UMKM di Dinas Koperasi.
“Silahkan bagi kita yang mau berusaha, tidak ada uang. Komunikasi dengan Dinas Koperasi kita. Pinjam uang nanti bunga sekian persen saja, kecil,” pungkasnya. (fin)












