PEKANBARU – Rencana pengelolaan sampah secara swakelola oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru batal diterapkan tahun depan. Pengelolaan sampah pada tahun 2024 mendatang tetap menggunakan jasa pihak ketiga.
Pengangkutan sampah di tahun 2024 mendatang tetap menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengangkut dari sumber sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru Muflihun mengatakan, bahwa pihaknya jauh-jauh hari sudah berencana untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari pihak ketiga menjadi swakelola. Nantinya, angkutan sampah itu akan diakomodir oleh masing-masing kecamatan.
Akan tetapi, ia menilai rencana itu ternyata lebih banyak menghabiskan anggaran dibandingkan dengan kerjasama dengan pihak ketiga.
“Ini untuk 2024, kita awalnya sudah bentuk tim termasuk Pak Sekda, untuk mencari regulasi pengelolaan sampah di Pekanbaru ini. Namun tidak mudah seperti yahg kita pikirkan, kalau kita kelola semuanya melalui kecamatan itu kita butuh mobil luar biasa banyaknya,” kata Muflihun, Selasa (21/11/2023).
Menurutnya, jika semuanya diambil alih oleh kecamatan, maka akan menghabiskan biaya yang lebih besar.
“Sehingga asupan dana yang kita gunakan kurang lebih Rp70 miliar (untuk angkutan sampah), itu bisa lebih Rp100 miliar, itu kita cari mobil atau sewa mobil, mencari buruh lagi untuk itu. Makanya kita cari opsinya,” terang Muflihun.
Mengingat tinggi biaya yang dikeluarkan, Pemko Pekanbaru masih akan tetap menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengangkutan sampah zona 1 dan 2 di tahun 2024. Sementara satu zona lagi akan dijadikan percobaan atau sampel untuk dikelola via kecamatan.
“Mungkin dua zona ini masih tetap (pihak ketiga, tapi satu zona kita kelola satu kecamatan, sebagai sampel kita. Kalau ini lebih bersih, tepat sasaran kita, kemungkinan tahun depannya kita semuanya via kecamatan,” jelasnya.
Dirinya pun mengaku tidak ingin berjudi untuk menangani sampah di Kota Pekanbaru. Menurutnya, pengelolaan sampah ini bukan persoalan main-main atau ajang percobaan.
“Karena memang kita tak mau berjudi lah ya, satu manusia saja sudah berapa sampahnya coba. Kalau kita main-main, coba mencoba, yang ada nanti makin parah. Kita bersepakat sama Sekda, sama tim, kita coba satu zona via kecamatan, kalau berhasil tahun depannya kita pakai via kecamatan semuanya,” pungkasnya. (Ades)












