PEKANBARU – Meski digadang-gadang bakal maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Rokan Hilir (Rohil) pada November 2024, namun anggota DPRD Riau, Abu Khoiri, masih mempertimbangkan.
“Sebagai ketua DPC PKB kita fokus dulu lah di Pemilu. Kemudian tergantung perkembangan ke depan seperti apa,” ujar politisi fraksi PKB DPRD Riau itu saat dikonfirmasi mengenai maju tidaknya dirinya di Pilkada Rohil, Senin (27/11/23).
Menurut Abu Khoiri pada dasarnya semua kader partai menginginkan kadernya maju. Namun dirinya mengaku harus menghitung terlebih dahulu kemampuan fisik, kemampuan finansial.
“Konsepnya, kalau maju untuk kepala daerah, ini ibarat mau kawin. Duduk dulu dengan pasangan. Kita sebagai apa dan dia sebagai apa. Jadi harus ada komunikasi awal,” ujarnya.
Saat ini kata ketua DPC PKB Rohil itu, PKB Rohil baru 3 kursi. Ia berharap, dari 5 dapil di Rohil pihaknya berharap dapat meraih 5 kursi pada Pemilu mendatang. Sementara untuk mengusung kader sendiri Pilkada Rohil, setidaknya butuh 9 kursi.
Berbicara mengenai pembenahan kata Abu Khoiri, ke depan Rohil makin berat tantangannya. Baik infrastruktur, SDM, pemberantasan kemiskinan, kesehatan, dan lain-lain.
“Jadi memang harus ada kemauan bersama lah, bagaimana memikirkan daerah itu kan. Jadi kita jadi kepala daerahnya bukan hanya ngambil empati saja. Tapi kita juga bicara risiko, tanggung jawab beban moral, beban jabatan,” tandasnya. (fin)












