PekanbaruPotret RiauPotret Sosbud

Sekdako Hadiri Pesta Gotilon HKBP Dame Palas

111
×

Sekdako Hadiri Pesta Gotilon HKBP Dame Palas

Sebarkan artikel ini
Ribuan jemaat HKBP Dame Palas Pekanbaru tampak berdiri saat Sekdako Pekanbaru memasuki tempat pesta gotilon, Minggu (8/10/23). foto: fin)

PEKANBARU – Masyarakat Batak jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Dame Palas Pekanbaru menggelar pesta gotilon (syukuran) pada Minggu (8/10/23). Budaya gotilon ini menampilkan aneka acara, adat istiadat dan budaya dari Toba Sumatera utara. Acara ini dihadiri Sekdako Pekanbaru Indra Pomi mewakili Walikota Muflihun.

Dengan didampingi Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Hutasuhut, kedatangan rombongan
Sekdako Indra Pomi mendapat sambutan meriah dari seribuan jemaat HKBP Palas. Terlebih
ketika dirinya memperkenalkan diri bersama Ingot bahwa keduanya memang berasal dari
tanah Batak.

“Bersama kami hadir di acara ini Asisten Administrasi Pembangunan abang kami Ingot
Hutasuhut. Kampungnya ini di Sipirok Tapsel. Kalau saya Nasution, kampung kakek saya
di Kotanopan Tapsel,” ujar Indra Pomi mengawali pidatonya di depan ribuan jemaat HKBP Dame Palas.

Indra Pomi juga mengucapkan selamat datang buat Pendeta HKBP Moria Palas Ressort
Filadelpia, Hendri Julianto Siregar.

“Selamat datang di Pekanbaru pak Pendeta. Pekanbaru ini kota yang sangat heterogen.
Mudah-mudahan bapak bisa betah dalam penugasan ini,” ucap Sekdako kepada Pendeta yang baru bertugas 3 bulan itu didampingi Pendeta HKBP Dame Palas Iwan Boy Panjaitan dan anggota DPRD kota Pekanbaru Krismat Hutagalung.

Sekdako juga tak luput menyanjung Krismat Hutagalung yang dinilai sangat gigih dalam
memperjuangkan nasib masyarakat kota Pekanbaru khususnya di Dapilnya di Rumbai.

“Kadang-kadang kita ribut, kadang-kadang kita bersahabat. Tapi prinsipnya adalah
bagaimana kawan-kawan bisa dapat program dari pemerintah,” ungkapnya.

Menurut Indra Pomi, pesta Gotilon yang digelar hari ini diharapkan pada panen
berikutnya menjadi lebih baik kdepan. Sehingga masyarakat kota Pekanbaru tidak lagi
terlalu bergantung kepada daerah lain. Yakni, dalam hal bahan pokok, sayuran dan
buah-buahan, ujarnya.

Pemko Pekanbaru ucap Indra Pomi merasa bangga karena dapat hadir dan berkumpul
langsung bersama keluarga besar HKBP Dame Palas.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat serta menanamkan semangat kekeluargaan, kebersamaan serta terus mempertahankan kekompakkan dan pluralisme dalam mewujudkan harmonisasi hidup bermasyarakat di kota Pekanbaru,” ucapnya.

Indra Pomi juga mengungkapkan bahwa di kota Pekanbaru ada 37 etnis mulai dari Aceh
sampai Papua. Apalagi masyarakat Batak sangat banyak di kota Pekanbaru. Dari data
yang ada ucap dia, dari 6,7 juta penduduk Riau lebih 900 ribu jiwa adalah orang
batak.

“Oleh karena itu bapak/ibu sekalian, 900 ribu dari 6,7 juta jiwa, hampir 10 persen di
Riau ini orang batak. Oleh karena itu kami kira kita semua orang batak, memberikan
konstribusi positif dalam pembangunan didaerah kita ini,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari hampir Rp3 triliun APBD kota Pekanbaru hanya 10
persen untuk membangun kota Pekanbaru. Oleh karena itu peran serta masyarakat,
pengusaha, halak kita, sangat dibutuhkan oleh kota Pekanbaru.

“Pak Muflihun Walikota Pekanbaru menyampaikan bahwa kita semua adalah warga kota
Pekanbaru. Warga kota Pekanbaru ini ada yang bersal dari Medan Sumatera Utara ada
juga yang berasal dari Jawa, dari Papua, Aceh dan lain-lain. Semuanya itu sama di
mata pemerintah kota Pekanbaru,” katanya.

Oleh sebab itu kata Indra Pomi, pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan dasar
kepada masyarakat kota Pekanbaru.

“Makanya pak Muflihun selalu memberikan dukungan dan program untuk masyarakat kota
Pekanbaru dari berbagai suku bangsa. Jadi tidak ada yang namanya merasa bukan orang
Pekanbaru, kita adalah orang kota Pekanbaru. Cuma kampung kita ada yang di Medan, ada
yang dari Siantar, ada dari Toba, ada juga dari Sipirok pak Asisten II Ingot Hutasuhut
dan kampung kakek saya juga,” pungkas Indra Pomi. (fin)