Potret Olahraga

Pelatih PSPS Riau Out Jika Kalah Lawan Sriwijaya FC

61
×

Pelatih PSPS Riau Out Jika Kalah Lawan Sriwijaya FC

Sebarkan artikel ini
Squad PSPS Riau. (Foto: Mediacenterriau)

PEKANBARU – Manajemen PSPS Riau memberikan peringatan keras kepada sang pelatih, Jan Saragih, untuk membawa skuad Asykar Bertuah meraih kemenangan saat melawan Sriwijaya FC pada 10 Oktober mendatang di Palembang. Jika kembali kalah maka Jan Saragih harus siap-siap meninggalkan kursi kepelatihan.

Untuk diketahui dari tiga laga yang telah berlangsung PSPS belum merasakan kemenangan dan baru meraih 1 poin saat bertanding melawan Persiraja Aceh. Sedangkan ketika melawan Deli Serdang dan Semen Padang, PSPS gagal mendapatkan poin.

Tidak ingin kembali kalah Jan Saragih diingatkan agar memaksimalkan kesempatan.

Hal ini disampaikan secara tegas oleh Chief Operating Officer (COO) PSPS Riau Edward Riansyah, Minggu (1/10/2023).

“Kalau kalah pasti diganti, tapi kalau menang tak mungkin diganti. Kalau seri kita akan bicarakan nanti. Intinya kalau kalah langsung out,” ujar Edward Riansyah.

Edwar mengatakan ini bukanlah permintaan siapapun, tapi itu adalah komitmen manajemen bersama pelatih. Evaluasi terus dilakukan oleh management, jadi bukan ada intervensi dari siapa pun.

“Siapa pun berhak kecewa atas yang terjadi pada PSPS, baik itu suporter atau siapa pun. Namun siapa yang bisa memberikan jaminan jika pelatih diganti akan menjamin kemenangan? Tidak ada kan. Contoh ganti pelatih, pilihannya si A, ada jaminan menang tidak? Atau Ganti si B, apakah itu pasti tak kalah juga. Siapa pelatih yang tak pernah kalah? Jadi memang untuk semua kemungkinan itu management sudah pikirkan,” tegasnya seperti dilansir mediacenter.

Tapi yang paling penting pihaknya pasti ingin yang terbaik dan secara status setiap pelatih yang diinginkan suporter, pendukung PSPS, punya selera masing-masing dan pemikiran masing-masing.

“Ada memang opsi-opsi yang sudah kita pikirkan. Siapapun berhak untuk kita komunikasi. Yang jelas lokal ada, luar juga ada. Tapi bukan luar negeri ya. Kita ada berbicara ada 4 atau 5 nama itu yang masih ngambang,” ucapnya.

Ia menyebut, untuk pelatih kapan saja bisa diputus. Tapi untuk pemain tidak, pemain memiliki kontrak putaran pertama dan kedua.

“Untuk pelatih kapan saja bisa (diputus), tapi kita punya komitmen manajemen dengan pelatih. Komitmen ini bersama dengan manajemen, tidak keputusan pribadi CEO, tapi ini keputusan manajemen,” ungkapnya. (win)