PEKANBARU – Komisi III DPRD Pekanbaru sangat mendukung, perbaikan gedung SDN 83 Pekanbaru yang terbakar dilakukan segera.
Bahkan langkah Pj Wali Kota Muflihun yang bergerak cepat memperbaiki gedung terbakar ini, diapresiasi legislator.
Hanya saja, wakil rakyat meminta, agar perbaikan ini memang disesuaikan dengan kemampuan anggaran di APBD Pekanbaru 2023.
Jika dari perhitungan awal Disdik Pekanbaru, anggaran perbaikan butuh Rp 1,5 miliar, maka Komisi III DPRD justru mendorong agar bisa direalisasikan.
Namun di sisi lain, karena masih banyak program kegiatan lain, seperti program kesehatan, UMKM, dan sebagainya harus juga dijalankan, kondisi ini mengharuskan Pemko tidak salah mengambil langkah dan membuat kebijakan.
“Secara prinsip, kita dukung penyelesaian perbaikannya. Tapi kita harapkan tidak terlalu dipaksakan. Lagi pula, bisa dilanjutkan anggaran tahun depan,” saran Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi, Selasa (24/10/2023) kutip tribunpekanbaru.com.
Secara umum, Komisi III DPRD menginginkan anggaran pendidikan di Kota Pekanbaru cukup, untuk kebutuhan pendidikan.
Termasuk halnya anggaran untuk kejadian yang tak terduga, seperti halnya kebakaran dan lainnya.
Namun di sisi lain, Disdik juga harus berpikir rasional, meski sudah ada perintah pimpinan, yakni Pj Wali Kota, untuk menghitung semua anggaran yang dibutuhkan.
Karena saat ini semua siswa yang ruangannya terbakar, dipastikan aman belajar di sekolah lain yang sudah ditunjuk Disdik.
“Pada intinya kami setuju, jika anggarannya memungkinkan ada. Tapi ada beberapa kekhawatiran, jika dipaksakan. Lebih baik, dianggarkan saja untuk perbaikan beberapa ruangan saja dulu diperbaiki. Selebihnya, anggaran tahun depan,” sarannya.
Disinggung anggaran perbaikan sekolah yang terbakar dari Belanja Tidak Tetap (BTT) APBD Kota Pekanbaru tahun 2023, Zulkarnain menjelaskan, meski diambil dari BTT, tetap saja satu pintu dari APBD.
APBD tersebut bersumber dari PAD yang didapat dari pendapatan pajak yang ada di Kota Pekanbaru.
“Makanya itu tadi, jika cukup anggarannya, maka kita setuju langsung diperbaiki semuanya,” tegasnya.
Kepala Disdik Pekanbaru DR Abdul Jamal mengatakan, perbaikan bangunan SDN 83 Pekanbaru pascakebakaran, membutuhkan anggaran Rp 1,5 miliar.
Perbaikan itu meliputi pembangunan satu bangunan gedung dengan empat kelas.
Ada juga perbaikan terhadap bagian atas bangunan sekolah yang terbakar. Perbaikan ini untuk ruang kelas bagian atas yakni atap, plafon dan jaringan listrik.
Sedangkan bangunan satunya bakal dirubuhkan karena sebagian besar bangunan terbakar dari bawah.
Menurutnya, kebutuhan anggaran untuk bagian atas bangunan sekolah itu mencapai Rp 500 juta.
Lalu untuk membangun kembali bangunan yang habis terbakar butuh anggaran sekitar Rp 1 miliar.
Jamal menyebut bahwa empat kelas itu berada di bangunan dua lantai. Ada dua kelas di atas dan dua kelas di bagian bawah.
Itu untuk membangun empat kelas yang habis terbakar dan perbaikan bagian atas.
“Kita menargetkan proses pembangunan bisa dilakukan pada tahun ini. Apabila tidak memungkinkan nantinya bakal dilakukan pembangunan pada awal tahun 2024. Besaran anggaran itu masih perkiraan karena konsultan sedang menghitung kebutuhan anggaran perbaikan SDN 83 ini,” paparnya. (p24)












