SIAK – Roslaini (44) meninggalkan rumahnya saat masih gelap. Ia menuju ke kawasan lapangan Siak Bermadah dengan memanggul perlengkapan kebersihan.
Sebagai petugas kebersihan, ia harus tiba di lokasi itu sebelum matahari terbit. Bertemu dengan rekan-rekannya, yang sebagiannya sudah berumur 60 tahun lebih. Lalu, mengorek lubang-lubang saluran air dari sumbatan sampah, memungut sampah-sampah bungkus makanan yang berserakan di sana-sini dan menyapu daun-daun gugur.
Sebelum masuk jam kerja normal setiap pagi, kawasan yang menjadi tanggung jawabnya sudah harus bersih. Pengunjung akan tiba sekitar pukul 09.00 WIB untuk rekreasi hingga tengah malam. Dan, sampah kembali bertebaran di sana-sini.
Lapangan Siak bermadah dan sekitarnya memang cukup besar untuk disapu. Roslaini melakoni pekerjaan itu selama bertahun-tahun bersama sembilan orang rekannya, tanpa mengeluh.
Gegap gempita Hari Ulang Tahun (HUT) Siak ke-24 menjadi awal kesedihannya mereka. Bukan masalah bertambahnya volume sampah hingga 4-5 kalilipat, namun kurang moral pengunjung yang membuang sampah sembarangan serta tak ada empati panitia jalan santai yang tak membagi sarapan kepada mereka.
Roslaini harus ekstra time untuk membersihkan sampah-sampah itu dan menahan rasa sedih setelah permintaan untuk mendapatkan sarapan gratis ditolak panitia.
Pada malam penutupan Festival Siak Bermadah yang dimeriahkan artis kenamaan ibukota, Budi Doremi, Jumat (13/10/2023) malam, Roslaini dan rekan-rekannya standby untuk memunguti sampah.
Ribuan orang tumpah ruah dengan gembiranya. Usai Budi Doremi tampil dan penggemarnya pulang, lapangan Siak Bermadah berubah menjadi lautan sampah. Roslaini dan rekan-rekannyalah yang memunguti sampah itu hingga dini hari.
Untuk mengusir kesedihannya, Rosnalini pun membagikan situasi itu melalui akun facebooknya. Namun, kegembiraan dan gegap gempita HUT Siak masih berlangsung pada Minggu (15/10/2023) pagi. Acaranya jalan sehat, yang dibuka bupati dan ribuan orang tumpah ruah. Dalam acara itu, panitia menyediakan sarapan gratis.
“Kami sudah hadir di lokasi sejak pukul 05.00 WIB membersihkan agar saat jalan santai rute sudah dalam kondisi bersih semuanya,” ujar Roslaini kepada Tribunpekanbaru.com.
Kawasan Istana Siak dan lapangan Siak Bermadah, tempat bermula acara dan titik kumpul pembagian doorprize, pun bersih dan rapi. 10 orang ibu-ibu, berumur 40 sampai 60 tahunan lebih itu, adalah perempuan-perempuan tangguh di balik bersih dan rapinya kawasan itu.
Orang-orang datang membawa makanan dan minuman kemasan, lalu menyerak sampahnya sesuka hati.
“Mungkin mereka tidak melihat tong sampah,” kata Roslaini.
Melihat adanya sarapan yang dibagi secara gratis oleh panitia, Roslaini pun mendekat. Ia bermaksud meminta sarapan itu untuknya dan untuk ibu-ibu petugas kebersihan tadi. Hasilnya mengejutkan. Panitia tidak mau memberikan sarapan gratis itu ke petugas kebersihan.
“Hanya untuk yang memegang kupon,” kata panitia itu tanpa sedikit rasa empati kepada petugas kebersihan.
Padahal mereka belum sarapan sejak berangkat dari rumah, saat gulita masih membalut bumi ini.
“Kalau sampah jatah kami tapi kalau minta sarapan satu pun tak mau ngasih untuk (petugas) kebersihan, kasihan menengok kawan-kawan dari jam lima subuh turun, kami tahu itu tugas kami,” kata Roslaini usai acara jalan santai HUT Siak itu.
Keluhan itu juga ia tulis di akun facebooknya, yang kemudian viral. Di tengah kegembiraan perayaan HUT Siak ternyata ada petugas kebersihan yang menahan air mata. Sambil menahan rasa sedih dan rasa lapar, Roslaini dan rekan-rekannya tetap tidak meninggalkan tugasnya untuk memungut sampah-sampah masyarakat itu.
Usai acara, bupati dan jajarannya, beserta ribuan warga, pulang dengan bahagianya. Lapangan Siak Bermadah kembali menjadi lautan sampah. Roslaini dan perempuan-perempuan perkasa itu, menatap lautan sampah itu dengan rasa penuh tanggung jawab. Mereka masih mengira, mungkin masyarakat tidak melihat tong sampah.
“Sampah sebanyak itu tidak menjadi masalah besar bagi kami, tetapi yang kami sedihkan, kami bagian kebersihan ini tak dianggap sama sekali,” ujar Roslaini.
Plastik bungkus makanan, sisa makanan, botol-botol minuman berserakan di mana-mana. Semua sampah, sampah apa saja, bertebaran. Barangkali, warga berpikir: Ada tukang sampah, bukan?
Padahal gaji petugas kebersihan hanya Rp 1,5 juta perbulan, dengan petugasnya yang sudah berkepala enam.
“Kami tentu tak ikut jalan sehatnya, manalah kami sanggup untuk bejalan, sebab dari subuh sudah menyapu untuk persiapan jalan santai ini biar rute yang dilalui bersih,” katanya.
Semua petugas kebersihan di bawah koordinasi Roslaini betul-betul sedih dan kecewa kepada panitia. Apalagi mereka tahu, kegiatan jalan sehat itu adalah kegiatan Pemkab Siak, sedangkan mereka adalah tim kebersihan Pemkab Siak di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Masa minta satu sarapan harus pakai kupon juga, sementara kami tidak ikut berjalan santai. Begitu betul rupanya, kami tentu sadar diri saja,” katanya.
Di depan mata kepala mereka, warga yang memegang satu kupon dapat mengambil dua, tiga bahkan empat porsi sarapan.
“Bagaimana kami tak sedih melihat itu, sedangkan petugas kebersihan ada yang sudah berumur 60 tahun lebih, saya lihat Bu Asnidar dan Bu Normah, petugas yang tertua di antara kami, mukanya sangat sedih,” katanya kutip tribunpekanbaru.
Diketahui, rangkaian HUT Siak ke -24 sudah dimulai sejak 26 September dengan kegiatan penyuluhan dan deteksi dini kanker leher rahim. Sejak 29 September, ASN, honorer, BUMD, BUMN, dan instansi vertikal serta guru mengenakan pakaian Melayu.
Pada 4 Oktober, Dinas Kesehatan menyerahkan bantuan makanan tambahan bersama Bank Riau Kepri Syariah ke penderita stunting di Kampung Tumang, kecamatan Siak.
Pada 9 Oktober kegiatan adalah Siak Berselawat. Kegiatan ini dihadiri ribuan warga sehingga halaman masjid Sultan Syarif Hasyim kompleks Islamic Center Siak tumpah ruah.
Pada 10 Oktober diadakan pula operasi katarak di RSUD Tengku Rafian Siak secara gratis. Pada 11 Oktober, sehari menuju hari puncak, Bupati Siak Alfedri memimpin melaksanakan ritual ziarah makam para sultan dan para pendahulu.
Pada hari puncak, 12 Oktober 2023, dilaksanakan acara resmi yaitu upacara peringatan hari jadi ke 24 kabupaten Siak di halaman kantor bupati Siak. Usai itu, juga digelar rapat paripurna istimewa di DPRD Siak.
Pada hari yang sama, juga digelar kegiatan keagamaan berupa khatam Alquran di masjid Sultan Syarif Hasyim Islamic Center. Dinas PU Tarukim Siak juga memberikan kado buat HUT Siak ke 24 yaitu dengan diresmikannya penggunaan lift ke menara jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL).
Pada 13 Oktober diadakan gotong rotong secara massal, yang berlaku di seluruh kecamatan se kabupaten Siak. Pada malam harinya, digelar acara hiburan dengan mendatangkan penyanyi ibukota yaitu Budi Doremi.
Pada 14 Oktober, dibuka pula kegiatan festival sastra Sungai Jantan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siak. Pada 15 Oktober diadakan jalan santai dan festival kuliner jajanan rakyat di lapangan Tugu depan Istana Siak.
Pada 16 Oktober diadakan festival lokal dan lomba cipta menu, dengan leading sektor Dinas Ketahan Pangan. Pada 19 Oktober diadakan skrining PTM (Tensi, cek gula, darah, kolestrol, asam urat, cek HB, golongan darah dan donor darah. Ini peserta ASN dan honorer serta masyarakat.
Pada 20 Oktober diadakan dibuka Pekan Budaya di taman Tengku Agung atau Siak Lawo. Pada 21 Oktober diadakan pengobatan gratis di Kampung Penyengat, kecamatan Sungai Apit, oleh dokter spesialis.
Pada 22 Oktober diadakan pawai budaya yang melibatkan seluruh kampung se kabupaten Siak di jalan Panglima Ghimbam, bawah jembatan TASL. Kegiatan penutup digelar pada 25 Oktober, dengan turnamen sepatu roda piala bupati Siak. (p24)












