PEKANBARU – Para siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Pekanbaru, Riau, dikabarkan membayar uang komite setiap bulan. Padahal, SMP tersebut menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari pemerintah setiap tahun.
Informasi yang diperoleh goriau.com dari sejumlah orangtua siswa, dana komite ini dipungut komite masing-masing kelas. Besaran dana komite yang harus dibayarkan masing-masing siswa tidak sama untuk semua kelas.
Salah seorang wali siswa mengaku, anaknya membayar uang komite Rp30 ribu setiap bulan.
“Kalau di kelas anak saya, uang komitenya Rp30 ribu per bulan untuk masing-masing siswa,” ujar wanita yang minta namanya tidak disebutkan itu, Senin (16/10/2023).
Sementara orangtua siswa lainnya menolak menyebutkan besaran uang komite yang dibayarkan anaknya setiap bulan.
“Yang pasti anak saya juga membayar uang komite setiap bulan. Tapi, besarannya tak perlulah saya sebutkan,” ujarnya, Selasa.
Orang tua siswa lainnya mengungkapkan, tidak semua kelas memungut uang komite. Namun, jumlah kelas yang tidak memungut uang komite tersebut tidak banyak.
“Ada kelas yang tidak memungut uang komite, karena wali muridnya kritis,” tutur orangtua siswa itu, Selasa.
Selain membayar uang komite, para siswa SMPN 4 Pekanbaru juga diharuskan membayar uang kas kelas setiap bulan. Besaran uang kas kelas ini tidak sama untuk semua kelas. Berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp25 ribu per siswa per bulan.
“Anak saya membayar uang kas kelas Rp25 ribu tiap bulan,” ungkap salah seorang wali murid, Senin.
Wali murid SMPN 4 Pekanbaru lainnya mengatakan, uang kas kelas itu digunakan membeli sapu, lap, alas meja guru, spidol, penghapus dan lain-lain.
“Kami sih tidak keberatan dengan uang kas itu karena kan masih terjangkau. Tapi kami tidak tahu, kalau pembelian sapu, lap, alas meja guru, dan alat-alat tulis seharusnya menggunakan dana BOS,” ujarnya, Selasa.
Kepala SMPN 4 Membantah
Kepala SMPN 4 Pekanbaru Dr Rukiyah, MPd, sudah dikonfirmasi Senin (16/10/2023) sore, terkait pungutan uang komite dan uang kas kelas terhadap siswa di sekolah yang dipimpinnya, Rukiyah dengan tegas membantahnya.
“Uang kas kelas itu tidak ada, karena stok untuk kebutuhan belajar mengajar, seperti spidol, penghapus dan lain-lain banyak di gudang kita,” tegasnya.
“Uang komite juga tidak ada, karena kita pihak sekolah selalu rutin setiap bulan mengadakan rapat dengan para komite yang mewakili wali murid,” ujar Rukiyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pekanbaru Abdul Jamal belum bersedia menanggapi kabar tentang siswa SMPN 4 masih dipungut uang komite, padahal sekolah tersebut menerima dana BOS.
“Kita akan konfirmasi pihak sekolah dulu terkait kebenaran dan datanya,” katanya singkat, kemarin. (p24)












