GAZA – Truk-truk yang membawa bantuan kemanusiaan dari Mesir ke Gaza yang dilanda perang, mulai melewati perbatasan Rafah pada hari Sabtu (21/10/2023).
Hal ini disampaikan sumber keamanan dan pejabat Bulan Sabit Merah Mesir kepada AFP, Sabtu (21/10/2023).
Televisi pemerintah Mesir menunjukkan beberapa truk memasuki gerbang perbatasan Rafah pada hari ke-15 perang antara Israel dan Hamas, gerakan perlawanan Palestina yang menguasai Gaza yang berpenduduk 2,4 juta orang.
Sebelumnya, para pemimpin dunia dan organisasi kemanusiaan telah menyerukan agar bantuan kemanusiaan diberi akses untuk masuk ke Gaza, seiring meningkatnya konflik Israel-Hamas.
Diberitakan BBC, sekitar 20 truk yang membawa makanan, air, dan pasokan medis diperkirakan diizinkan masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah di Mesir dalam beberapa hari mendatang.
Israel dan negara tetangganya, Mesir, telah membatasi pergerakan barang dan orang masuk dan keluar Gaza sejak Hamas menguasai wilayah tersebut pada tahun 2007.
Kedua negara mengatakan blokade mereka diperlukan untuk alasan keamanan.
Seperti dilansir detikcom, Gaza dikelilingi oleh penghalang yang mencegah pergerakan masuk dan keluar dari Jalur Gaza.
Ada tiga pos perbatasan yang dikontrol ketat, semuanya ditutup setelah Hamas melancarkan serangan terhadap Israel, yang menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Merespons serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober lalu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memerintahkan “pengepungan total” terhadap Gaza dan menambahkan: “Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar, semuanya ditutup.”
Pemerintah Israel sebelumnya mengatakan pihaknya tidak akan mengizinkan bantuan apa pun melewati wilayahnya sampai sandera yang ditahan oleh Hamas dibebaskan. (win)












