PEKANBARU – Untuk mengantisipasi daya tampung SMA/SMK Negeri di tahun 2024 mendatang, salah satu solusinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diminta menambah Ruang Kelas Baru (RKB) di tiga sekolah baru yakni, SMA Negeri 17, 18, dan 19. Alasannya, dari 3 sekolah baru tersebut baru 11 kelas.
Hal itu disampaikan Ketua Komsi V DPRD Riau Robin P Hutagalung SH menyikapi tingginya angka kelulusan SMP yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK Negeri di kota Pekanbaru, Kamis (24/8/23).
“Iya, untuk mengantisipasi problem daya tampung SMA ataupun SMK di tahun 2024, maka salah satu solusinya, Pemprov Riau harus menambah RKB di SMA 17, 18, 19. Sekarang ini kalau tidak salah dari 3 sekolah tersebut, hanya 11 kelas. Kalau bisa ditambah 9 kelas lagi sehingga menjadi 20 kelas,” ujar anggota DPRD Riau dapil kota Pekanbaru tersebut.
Kemudian kata Robin, dengan menambah sekolah baru terutama di wilayah Kecamatan Rumbai. Ia melihat, tiga kelurahan yang ada disana yakni Kelurahan Palas, Kelurahan Sri Meranti dan Kelurahan Agro Wisata Rumbai Barat, belum ada SMA Negeri.
Selain itu di wilayah Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Payung Sekaki juga perlu dibangun SMA. Meski di dua wilayah itu ada SMA namun kapasitasnya sangat terbatas, belum mampu menampung lulusan SMP.
“Jadi saya pikir di 2024 ini semoga minimal dibangun 3 sekolah lagi untuk mengurai persoalan daya tampung ini. Ini yang menjadi fokus Komisi V DPRD Riau untuk diperjuangkan pada APBD 2024 mendatang,” tandas politisi asal fraksi PDIP tersebut.
Lebih jauh sebut Robin, hal ini dimaksudkan untuk mensukseskan program Gubernur Riau Syamsuar yaitu, Wajib belajar (Wajar) 12 tahun yang dicanangkan pada PPDB tahun 2023 ini.
“Itu kan sekaligus untuk menyesuaikan/mensukseskan program Gubernur Riau, Wajib belajar 12 tahun,” pungkas ketua Komisi V DPRD Riau itu. (fin)












