PEKANBARU – Untuk menimbulkan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan khususnya ibu hamil, mahasiswa Universitas Riau (Unri) memberikan penyuluhan door to door di daerah Lubuk Sakat Kabupaten Kampar. Kegiatan yang berlangsung 2 hari itu ditujukan untuk menekan angka stunting.
Hal itu disampaikan ketua rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Desa Lubuk Sakat Hersa Javayu Defitra, kepada awak media, Senin (14/8/23).
“Iya kita melakukan penyuluhan di bidang kesehatan khususnya para kaum ibu hamil,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (Rabu 9 – Kamis 10 Agustus) itu, merupakan bagian dari Kukerta mahasiswa Unri, ujarnya.
Lebih jauh jelas Hersa, stunting merupakan masalah kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.
Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak seusianya, jelasnya.
Sejauh ini kata Hersa, di Desa Lubuk Sakat tidak ditemukan adanya warga Lubuk Sakat yang terkena gejala stunting.
Dalam Kukerta itu, Kukerta mahasiswa Unri berkolaborasi bersama Pemerintah Desa dan bidan Desa Lubuk Sakat mengadakan kegiatan sosialisasi bertema, “Identifikasi dan Pengentasan Stunting Berbasis Sumber Daya Pangan Tempatan”.
Hersa menyatakan tujuan kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya stunting di Desa Lubuk Sakat Kecamatan Perhentian Raja.
Dalam kegiatan sosialisasi itu mahasiswa juga turut membagikan poster mengenai “Cegah Stunting Sejak Hamil”. Poster tersebut ditujukan untuk mengingatkan masyarakat tentang pola hidup sehat khususnya ibu hamil agar terhindar dari risiko stunting. (rls)












