PEKANBARU – Sudahlah molor 1,5 jam dari jadwal yang seharusnya, rapat paripurna DPRD Riau hanya dihadiri 20 anggota. Sementara pihak Sekretariat dewan (Setwan) dalam laporannya menyebutkan rapat paripurna yang digelar hari ini sebanyak 33 anggota dari 65 anggota DPRD Riau.
Sesuai jadwal yang tertera di papan pengumuman, rapat paripurna dijadwalkan, Kamis 3 Agustus 2023 pukul 10.00 WIB. Namun rapat baru dimulai pukul 11.30 WIB.
Anehnya laporan pihak Setwan DPRD Riau mengatakan bahwa, rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Gubernurnur atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 20222 ini dihadiri 33 anggota.
Sementara hitungan awak media di ruang paripurna hanya dihadiri 20 orang saja termasuk pimpinan sidang Hardianto.
“Yang hadir 33 borang. Dengan keterangan fraksi Golkar jumlah 3 orang fraksi PDIP 7 orang, fraksi Demokrat 6 orang, fraksi Gerindra 4 orang, fraksi PAN 4 orang, fraksi PKS 3 orang, fraksi PKB 3 orang, fraksi Gabungan PPP, Nasdem, Hanura 2 orang,” ucap pihak Setwan membacakan kehadiran anggota dewan, Kamis (3/8/23).
Rapat paripurna ini dipimpin oleh Wakil ketua DPRD Riau Hardianto dari fraksi Gerindra tanpa didampingi 3 pimpinan DPRD Riau lainnya seperti, Yulisman (Golkar), Syafaruddin Poti (PDIP), dan Agung Nugroho (Demokrat).
Paripurna yang seharusnya disampaikan langsung oleh Gubernsur Riau Syamsuar ini terpaksa didelegasikan kepada Sekdaprov Sf Harianto MT. Menurut Harianto, Gubernur tak bisa hadir karena ada urusan dinas yang tak bisa ditinggalkan.
Mengawali jawaban Gubernur Riau atas pandangan fraksi- fraksi di DPRD Riau itu, SF Harianto terlihat kurang sehat. Alhasil, anggota DPRD Riau terpaksa menginterupsi pimpinan sidang Hardianto agar pembacaan jawaban Pemprov Riau itu poin intinya saja.
“Untuk fraksi Gerindra tak usah dibacakan lagi pimpinan,” ucap ketua fraksi Gerindra Syarifudin Iput kasihan dengan kondisi kesehatan Sekdaprov.
Hal ini juga dibenarkan oleh Sekdaprov Harianto. Sambil menoleh ke pimpinan sidang ia mengakui bahwa dirinya batuk sehingga suaranya terkadang hilang saat membaca jawaban Pemprov Riau tersebut.
Sidang paripurna pun akhirnya ditutup dengan membacakan jawaban Pemprov Riau di lembaran akhir saja. (fin)












