PEKANBARU – Hingga saat ini akses ke kantin DPRD Riau masih terkunci rapat. Kendati
kondisi ini sudah berlangsung lama, namun Kabag umum Sekretariat DPRD (Setwan) DPRD Riau Tengku Ikhsan mengaku tidak tahu.
“Saya ndak tahu pula kenapa ditutup.Nanti saya coba tanya sama si Nanda. Karena itu
kebijakan pimpinan yang lama,” ujar Tengku Ikhsan saat ditanya kenapa pintu menuju kantin ditutup, Rabu (2/8/23).
Menurut Ikhsan, pihaknya hanya mengikuti aturan yang ada saja. Ia mengaku dirinya tidak
memantau penutupan pintu tersebut karena dirinya juga jarang ke kantin.
“Nanti kalau bisa buka, kita buka saja kenapa mesti ditutup,” ujarnya.
Sementara ketika dikonfirmasi mengenai ruang konferensi Pers yang berada dibawah tangga yang tak sesuai budaya Melayu, Ikhsan mengatakan bahwa itu terjadi karena ketiadaan ruangan.
“Itu kan kemarin kebijakan di tahun 2022 memang disitu. Dan itu juga persetujuan dari
dewan. Makanya untuk sementara waktu disitu. Sekarang coba tunjukkan dimana tempat yang betul-betul bisa,” ucapnya.
Menyinggung soal keberadaan alat pengukur suhu tubuh didepan ruang Medium DPRD Riau pasca berakhirnya masa Covid-19, Ikhsan mengaku sudah menyimpan untuk sementara waktu. Pasalnya pihaknya khawatir ada oknum-oknum yang usil.
“Nanti kita keluarkan di acara tertentu. Karena tidak Covid lagi, pas waktu acara nanti
kita taroh lagi disana. Jadi kita simpan, takut rusak. Ditaroh disitu orang usil kadang-
kadang,” ucap Ikhsan. (fin)












