Potret HukrimPotret NasionalPotret Riau

Uang Nasabah Rp 384 Juta Lenyap Setelah Dapat Undangan Digital di HP

70
×

Uang Nasabah Rp 384 Juta Lenyap Setelah Dapat Undangan Digital di HP

Sebarkan artikel ini
Demonstrasi nasabah di depan Bank BRI Cabang Nunukan, Kaltara. Nasabah menuntut penjelasan raibnya uang tabungan Rp 400 juta (Kompas.com/Ahmad Dzulviqor) Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uang Nasabah Rp 384 Juta Lenyap Setelah Dapat Undangan Digital di HP, Ini Tanggapan BRI Nunukan

NUNUKAN – Sekitar 100 orang yang mengaku sebagai nasabah BRI Nunukan, Kalimantan Utara, melakukan demonstrasi di depan Gedung Kantor Cabang BRI Nunukan, Senin (24/7/2023).

Massa meminta kejelasan raibnya sejumlah uang tabungan mereka, Senin (24/7/2023). Para pengunjuk rasa memperjuangkan hak nasabah bernama Betris, yang melaporkan raibnya tabungan sekitar Rp 384 juta miliknya, pada Senin 10 Juli 2023 lalu.

Suami Betris, Jose, menuturkan, tabungan istrinya tiba-tiba raib setelah ada pesan dari aplikasi WhatsApp yang masuk.

“Ada nomor asing masuk kirim undangan digital. Dibukalah sama istri saya, karena dia tidak tahu waktu itu, kalau itu cyber peretas,” ujar Jose, saat ditemui di sela-sela demo, di BRI Nunukan, Senin.

Keesokan harinya, Selasa 11 Juli 2023, Betris mengalami kendala saat hendak menggunakan e-banking di ponselnya. Ia pun menuju Bank BRI cabang Nunukan, di Jalan TVRI.

Saat itu, teller memperbaharui ulang aplikasi dimaksud dan mengatakan sistem e-banking kembali normal dalam waktu 1×24 jam.

“Pada Rabu, istri saya mau pake uang. Begitu buka e-banking, tidak bisa digunakan. Saat dicek, ternyata saldonya sudah hilang atau kosong,” ujar dia kutip kompas.com.

Betris kembali ke Bank dan meminta kejelasan, sampai akhirnya, ada riwayat transaksi dua kali transfer ke rekening yang tidak dia kenal, diduga peretas.

“Sebesar Rp 100 juta ke akun Bank BRI, dan Rp 100 juta lagi ke bank lain, kalau tidak salah Bank BNI. Sementara sisanya, untuk top up pulsa. Ada yang harga Rp 70 juta, sampai saldo yang tadinya sekitar Rp 384 juta habis, tersisa Rp 300.000,” kata Jose.

Jose juga sempat meminta cetak rekening koran dari pihak BRI. Namun, pihak bank mengatakan, sudah terlambat untuk melakukan percetakan.

“Kerja hacker cepat sekali. Makanya saya minta kejelasan sikap dari BRI terkait masalah ini,” imbuh dia.

Jose menegaskan, massa di luar gedung Bank BRI Nunukan hanya bermaksud agar pihak managemen BRI memberikan kepastian.

“Tidak ada maksud menjelekkan nama Bank BRI. Kami hanya meminta kejelasan sikap dan sebagai warning bagi masyarakat agar berhati hati dan tidak mengalami kejadian serupa,’’kata Jose. (kps)