Potret NasionalPotret Politik

Capres Ganjar Pranowo akan Berkunjung ke Riau Bulan Depan

116
×

Capres Ganjar Pranowo akan Berkunjung ke Riau Bulan Depan

Sebarkan artikel ini
Capres PDIP Ganjar Pranowo dijadwalkan akan berkunjung ke Riau bulan depan. Selain silaturahmi dengan masyarakat Riau, Ganjar akan konsolidasi dengan partai-partai pendukungnya. (merdeka.com)

PEKANBARU – Calon Presiden PDIP Ganjar Pranowo dikabarkan akan berkunjung ke Riau Juli mendatang. Selain untuk mendengar aspirasi masyarakat, ia juga dijadwalkan akan bersilaturahim dengan partai-partai yang berkoalisi di pusat.

“Iya, capres kita Ganjar Pranowo akan hadir 23 Juli bulan depan. Oleh karena itu tentu kita persiapkan segala sesuatunya,” ucap Ma,mun Solihin, Bendahara DPD PDIP Riau saat dikonfirmasi, Kamis (15/6/23).

Selain untuk menyerap aspirasi masyarakat, Ganjar Pranowo juga dijadwalkan akan bersilaturahim dengan partai-partai yang menjalin koalisi di pusat, ujar Solihin.

Ia pun menghimbau supaya kunjungan capres PDIP tersebut disambut bersama-sama dan melakukan kegiatan secara bersama-sama, ucapnya.

Ketua fraksi PDIP DPRD Riau itupun mengingatkan, tanggal 24 Juni ini PDIP akan menggelar kegiatan konsolidasi besar-besaran di Gelora Bung Karno (GBK).

“Kita juga nanti akan hadir terutama Satgas akan kita kirimkan 35 orang. Kemudian para pengurus partai, simpatisan dan caleg-caleg yang siap untuk berangkat ke GBK.

Ketika ditanya dalam rangka apa capres PDIP Ganjar Pranowo hadir ke Pekanbaru, dijawab Solihin bahwa konsolidasi partai dan mendengarkan aspirasi masyarakat untuk program pencapresan.

“Karena visi misi akan digali dari kehadiran beliau di daerah-daerah.
Nanti akan diramu menjadi visi misi untuk capres,” ungkap Solihin.

Kemudian tambah Solihin, kehadiran Ganjar ke Riau juga untuk menhkosolifasikan partai-partai koalisi di daerah, serta akan menyapa menemui tokoh-tokoh masyarakat dan Lembaga adat.

Menjawab awak media mengenai black campaign yang dialamatka kepada Ganjar, Solihin mengatakan bahwa kampanye tersebut dinilai tidak mendidik.

“Iya, itu kampanye hitam untuk menyudutkan lawan politik. Saya rasa ke depan sajalah yang kita kritisi kalau memang itu ada,” ucap Solihin. (fin)