Potret Riau

Kemendagri Jangan Kalah Tegas dengan Kemensetneg, Nonaktifkan Sekda Riau

97
×

Kemendagri Jangan Kalah Tegas dengan Kemensetneg, Nonaktifkan Sekda Riau

Sebarkan artikel ini
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman

Pekanbaru – Istri Sekretaris daerah Provinsi Riau SF Hariyanto mendadak menjadi tenar di media sosial twitter baru-baru ini.

Istri orang nomor satu ASN di Provinsi Riau itu tertangkap netizen membagikan gaya hidup mewah dan memperlihatkan koleksi tas mewah yang dimilikinya saat keluar negeri.

Unggahan itu pun heboh. Beragam komentar dari para netizen masih bertabur hingga saat ini.

Tak hanya netizen, aksi gaya mewah istri eks Kepala dinas PUPR Provinsi Riau menuai reaksi dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.

Menurut Yusri, seyogyanya Sekda Provinsi Riau SF Hariyanto menyikapi dengan mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat di pemerintahan Provinsi Riau, pasca aksi gaya mewah sang istei tercinta saat di luar negeri.

“Seharusnya Sekda Provinsi Riau SF Haryanto mencontoh sikap pejabat diatas, yaitu mengundurkan diri,” ujar Yusri Usman, Ahad (19/03/2023).

Sejauh ini belum ada kabar apakah SF Hariyanto akan mengikuti jejak Kasubag Administrasi Kendaraan Biro Umum Kemensetneg, Esha Rahmansah Abrar yang mengajukan pengunduran diri pasca istrinya pamer kemewahan di media sosial.

Kendati begitu, namun Kementerian Dalam Negeri diharapkan tidak kalah tegas dengan Kementerian Sekretariat Negara dengan mengambil langkah tindakan tegas dengan menonaktifkan Kasubag Administrasi Kendaraan Biro Umum Kemensetneg, Esha Rahmansah.

Sebab, lanjut Yusri, gaya hidup kemewahan istri Sekda Riau tersebut diluar kewajaran.

“Maka Mendagri dan Gubri segera menonaktifkan SF Haryanto akibat prilaku istrinya pamer kemewahan dgn pola hidup tidak wajar sebagai istri Sekda Provinsi Riau,” tegasnya.

Disisi lain Yusri menduga bahwa SF Hariyanto memiliki peran dalam pengaturan pemenang tender proyek di Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau. Hal itu diketahuinya dari pemberitaan media massa.

“Apalagi sebelum di banyak media, telah disebut disebut bahwa FS Hariyanto diduga ikut pengatur kontraktor pemenang tender di Dinas PUPR Propinsi,” cakapnya.

Terakhir, Yusri meminta aparat penegak hukum mengusut sumber kekayaan FS Haryanto.

“Mungkin Kajati Riau dan Kapolda Riau, KPK diharapkan mengusutnya,” pungkasnya. **