Potret24.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Solidatitas Mahasiswa Riau, melakukan aksi demonstrasi damai di depan gerbang Universitas Lancang Kuning, Pekanbaru.
Mereka meminta Komnas HAM mengadili petinggi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, terkait kerusakan lingkungan dan kecelakaan kerja karyawan. Mereka juga membawa spanduk yang meminta agar PT. Amman Mineral Nusa Tenggara ditutup karena diduga merusak lingkungan.
Korlap aksi, Hendra Afriadi Tarigan menyebutkan, demonstrasi damai ini bermula dari keberadaan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang merupakan perusahaan tambang terbesar kedua di Indonesia setelah Freeport.
“Saat ini PT. Amman Mineral telah diduga melakukan pelanggaran HAM, dan berdasarkan sikap tegas Amnesty International Indonesia, dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara Barat berbuntut panjang, dimana Amnesty International Indonesia meminta perusahaan tersebut untuk ditutup sementara hingga hasil penyelidikan pelanggaran HAM rampung dilakukan,” ujar Hendra, Selasa (27/12/2022).
Lanjutnya, penutupan sementara dapat menjadi langkah yang harus dipertimbangkan sebab muara dari penyelidikan pelanggaran HAM itu dapat berujung pada pertanggungjawaban individu, kelompok bahkan korporasi. Bagaimana tidak PT. AMMAN membuang limbah merkuri 14 ton perhari ke laut NTB, persoalan CSR sebesar Rp120 miliar per tahun yang tidak jelas muaranya kemana.
“Persoalan pembatasan buruh untuk berserikat hingga sudah banyak memakan korban pekerja yang harus kehilangan nyawa, salah satu yang menjadi sorotan kami adalah kebijakan ketenagakerjaan mulai dari kecelakaan kerja sampai hilangnya nyawa pekerja, PHK sepihak, penghancuran serikat, jam kerja, hingga pembatasan media sosial,” cakapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, hingga saat ini perlawanan warga lokal Sumbawa Barat terus digelorakan, aksi-aksi massa sampai hari ini masih terus berlanjut bahkan sejumlah mahasiswa dan masyarakat Sumbawa hingga saat ini masih melakukan aksi mogok makan di kantor Komnas HAM.
“Berdasarkan persoalan ini, maka kami Mahasiswa dari UNILAK, UIR ABURAM, UIN SUSKA, STIE Riau, Komunitas Mahasiswa Muhammadiyah, yang tergabung dalam Forum Solidaritas Mahasiswa Riau melakukan aksi solidaritas untuk masyarakat NTB,” ungkapnya.
“Kami mendukung sepenuhnya aksi mogok makan mahasiswa dan masyarakat Nusa Tenggara Barat Kabupaten. Sumbawa Barat, yang melakukan Aksi mogok makan di Komnas HAM yang sudah berjalan.17 hari dan peserta mogok makan harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami dehidrasi,” sambungnya.
Oleh karena itu kata Hendra, mereka mendukung aksi mogok makan mahasiswa dan masyarakat Nusa Tenggara Kabupaten Sumbawa di Komnas HAM
“Usut tuntas korban jiwa dan hilangnya pekerja PT. Amman Minereal Nusa Tenggara. Copot dan adili jajaran direktur PT. Amman Mineral Nusa Tengara. Kami juga meminta Kkepada Komnas HAM untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara,” tutupnya.












