Pekanbaru

Ketua DPRD Pekanbaru Minta Penanganan Semburan Gas Harus Dilakukan Secara Profesional

62
×

Ketua DPRD Pekanbaru Minta Penanganan Semburan Gas Harus Dilakukan Secara Profesional

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Pekanbaru di lokasi semburan gas

Potret24.com, Pekanbaru – Ketua DPRD Pekanbaru, Hamdani datang melihat langsung musibah semburan gas alam di sekitar Pondok Pesantren Ihsan Boarding School.

Kedatangannya ini untuk melihat secara langsung musibah yang tengah menimpa masyarakat di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Selain itu pihaknya juga ingin melihat secara langsung proses penanganan semburan gas alam tersebut.

“Kita ingin musibah semburan gas ditangani secara profesional agar bisa segera berhenti,” tegasnya kepada potret24.com, Sabtu (06/02/2021).

Ditegaskannya lagi, pihaknya merasa sangat prihatin atas kejadian yang tidak terduga ini. Karena sesuai informasi yang diperolehnya, semburan gas tersebut telah mengakibat kerusakan dan kerugian materil kepada masyarakat setempat.

“Hadirnya kami disini ingin memastikan secara langsung kondisi lokasi seperti apa. Kami beserta rombongan sangat terkejut dengan kejadian tersebut setelah mendengar cerita kronologi kejadian dari salah seorang ustad setempat. Ini kejadian yang sangat mengerikan yang tidak pernah terduga sebelumnya,” kata Hamdani lagi.

Saat melakukan peninjauan,
Hamdani sempat melihat ke titik semburan gas serta lingkungan sekitar lokasi, yang berada di sekitar gedung belajar dan asrama santri. Akibatnya terjadi kerusakan fasilitas sekolah dan asrama santri akibat semburan tersebut.

Melakukan koordinasi terkait musibah semburan gas

Dalam kesempatan tersebut, Hamdani berharap Pemko Pekanbaru bersama OPD terkait segera memberikan perhatian khusus terhadap musibah yang dialami ini.

Ia mengkhawatirkan pengaruh kedepannya, karena itu harus ada kajian mendalam guna penanganannya.

“Kami akan berupaya baik secara pribadi maupun kelembagaan. Dan berharap Pemko Pekanbaru peduli, dengan melibatkan OPD terkait serta beberapa perusahaan di bidangnya yang sudah berpengalaman dengan harapan semburan gas tersebut bisa segera dihentikan. Selanjutnya kita akan tangani dengan imbas atas musibah tersebut,” kata politisi PKS ini.

Sesuai informasi yang diperolehnya dari salah seorang pejaga pondok pesantren, musibah ini berawal dari pengeboran sumur untuk kebutuhan santri pada pukul 14:00 WIB tanggal (04/2/2021).

Saat proses pengeboran berlangsung, tak disangka ternyata tiba-tiba keluar semburan gas beserta air yang membawa pasir dan batu.

Untuk menghindari hal tak terduga, para santri segera di ungsikan karena gas ini tidak terlihat dan rawan terhadap api kebakaran, sehingga sangat membahayakan jiwa santri.

Ditambahkan Hamdani, lembaga DPRD Pekanbaru akan membahasnya dengan dinas terkait dan kita ajak beberapa perusahaan untuk berdiskusi mencari solusi penanganan yang baik dalam rapat dewan.

“Kami berharap ini bisa tercover dan pemerintah hadir. Ketika hal-hal bencana seperti ini, kita harus duduk satu meja untuk mencarikan solusi. Pada prinsipnya kita akan upayakan mencari cara agar musibah ini segera tertangani dan para santri bisa aman dalam belajar,” tegasnya lagi.

Saat ini tambah Hamdani, lokasi kejadian saat ini dijaga ketat oleh petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, BNPB dan Tagana guna menghindari hal-hal yang membahayakan bagi masyarakat. (gr)