Potret Hukrim

Diduga Jual Barang Tidak Ber-SNI, Toserba Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang Terancam Sanksi 5 Tahun

74
×

Diduga Jual Barang Tidak Ber-SNI, Toserba Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang Terancam Sanksi 5 Tahun

Sebarkan artikel ini
Toserba 3 M

Potret24.com, Pekanbaru – Sejumlah barang diduga ilegal dan tidak ber-SNI dijual secara bebas di Toserba SM Jalan Raya Pekanbaru menuju Bangkinang.

Padahal pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersikap tegas terhadap pelaku usaha yang menjual produk-produk yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sanksi yang diberikan cukup berat bagi pelaku usaha yaitu importir dan distributor berupa hukuman pidana 5 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Dirjen Standardisasi Perlindungan Konsumen (SPK) Kemendag Widodo menjelaskan sanksi itu tercantum dalam pasal 113 Undang-undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Aturan tersebut menyebutkan pelaku usaha yang memperdagangkan barang di dala negeri yang tidak memenuhi SNI dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Ancaman pidana 5 tahun dan denda Rp 5 miliar,” kata Widodo saat ditemui di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Selain itu, kewajiban mematuhi SNI diatur dalam pasal 57, yaitu pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI yang telah diberlakukan secara wajib.

Meski telah ada sanksi, namun masih saja banyak yang belum menerapkan SNI.

Dirinya menegaskan masyarakat harus bersikap aktif dengan melaporkan bila ada produk yang tidak sesuai dengan ketentuan seperti tidak ber-SNI.

“Terkait SNI tulisan SNI memang meragukan tetapi secara kasat mata tidak terlihat. Harus dilihat melalui Web Kemendag. Konsumennya harus lebih aktif. Kalau ada lapor ke kami ke nomor khusus yang bisa dihubungi yaitu 021-3858189,” kata Widodo lagi.

Widodo menambahkan, dari semua kasus, sebanyak 76% adalah barang impor dan daerah yang rawan misalnya Riau dan Medan. (gr)