Pekanbaru

Dedi Handoko Bantah Terlibat Skandal Penetapan PT Datama

163
×

Dedi Handoko Bantah Terlibat Skandal Penetapan PT Datama

Sebarkan artikel ini
Parkir di Pekanbaru

Potret24.com, Pekanbaru – Dugaan keterlibatan Dedi Handoko alias DH seorang pebisnis kategori abu-abu di Kota Pekanbaru mencuat pasca skandal PT Datama selaku pemenang tender parkir di wilayah Kota Pekanbaru diumumkan.

Dalam keterangannya melalui hubungan telepon, Dedi Handoko membantah dirinya terlibat dalam penetapan PT Datama selaku pemenang tender parkir yang diselenggarakan Dishub Kota Pekanbaru.

“Kenapa nama saya tiba-tiba muncul di balik kemenangan PT Datama. Saya tegaskan tidak ada urusan apapun dengan penetapan pemenang PT Datama,” katanya secara ringkas.

Dirinya menilai dugaan sebagian masyarakat atas adanya kepentingan dirinya di balik PT Datama hanyalah sebuah prasangka yang keliru.

“Semua prasangka yang keliru kalau saya dilibatkan dalam penetapan PT Datama,” tegasnya lagi.

Sementara itu anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti kepada potret24.com akan meminta penjelasan secara detail kepada PT Datama terkait sejumlah data-data yang nani akan diperlukan DPRD Pekanbaru.

“Kita aka minta data rinci atas kesiapan dan kemampuan PT Datama. Jadi tak perlu rasanya PT Datama takut dipanggil hearing,” tegasnya lagi.

Di lain pihak seorang petugas parkir menilai kehadiran PT Datama dalam proses pemungutan parkir di Kota Pekanbaru akan memunculkan persoalan baru.

Salah seorang petugas parkir di Jalan Ahmad Yani mengatakan, peralihan pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru akan memunculkan pengangguran baru.

“Jumlahnya tidak sedikit dan bisa mencapai ratusan orang. Hal ini akibat PT Datama diduga tidak menggunakan petugas parkir sebelumnya. Mereka mendatangkan para petugas parkir entah dari mana?” katanya sedikit heran.

Dirinya menilai tidak ada alasan sebenarnya Dishub Pekanbaru menggunakan kontrak pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru.

“Selama ini tidak ada masalah kog. Setoran lancar dan cukup. Tapi kenapa kemudian kami kemudian diganti petugas lainnya yang diduga bukan berasal dari wilayah Kota Pekanbaru,” katanya balik bertanya. (gr)