Potret24.com, Pekanbaru – Saling berbagi informasi terkait penanganan wabah Covid-19 digelar Diskes Pekanbaru bersama Diskes Kota Sawahlunto di Kantor Diskes Kota Pekanbaru, Selasa (23/92/2021).
Di acara yang digelar dengan penuh keakraban ini masing-masing Kadiskes saling bertukar informasi dalam upaya penanggulangan wabah Covid-19.
“Kita gambarkan secara ringkas bagaimana Kota Pekanbaru dalam menghadapi wabah Covid-19. Baik itu penanganan pasien Covid-19 maupun upaya untuk menghindari jangan sampai wabah Covid-19 ini semakin meluas,” kata Kadiskes Kota Pekanbaru, Drs HM Noer, MBS.
Dijelaskan HM Noer, sejak wabah Covid-19 mulai meluas dan ditemukan pasien Covid-19 pertama di Kota Pekanbaru, pihaknya segera melakukan sejumlah langkah strategis.
“Kita mulai dengan melakukan mapping terhadap pasien pertama tersebut. Kita telusuri jalur kedatangannya dari mana dan aktivitasnya selama di Pekanbaru. Hal ini kita lakukan demi menghambat pola penyebaran Covid-19 yang dinilainya sangat cepat,” katanya saat membuka pertemuan.
Tapi kata Kadiskes Pekanbaru lagi, tingkat penyebaran Covid-19 ini sangatlah cepat dan tidak terkendali.
“Kita kesulitan karena pasien cenderung tidak berkata jujur saat ditanyakan kemana saja mobilitasnya selama di Pekanbaru,” katanya lagi.
Padahal katanya lagi, kita berencana akan menutup sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat didatanginya secara parsial.
“Semacam lockdown yang sifatnya parsial,” katanya menjelaskan.
Tapi tambahnya lagi, tingkat penyebaran Covid-19 ini terlalu cepat dan tidak terkendali. Sehingga kita terpaksa membagi wilayah Kota Pekanbaru menjadi tiga bagian.
“Wilayah merah dengan tingkat pasien Covid-19 lebih dari 10 pasien. Wilayah kuning dengan tingkat pasien Covid-19 antara 1 hingga 10 pasien. Serta wilayah hijau yang sama sekali tidak ditemukan pasien Covid-19,” tambahnya.
Awalnya kata Kadiskes Pekanbaru lagi, sebagian besar wilayah di Kota Pekanbaru masuk kategori kuning dan merah.
“Terutama sekali di wilayah kecamatan di kawasan pinggiran serta sejumlah kecamatan yang ada di tengah kota,” katanya lagi.
Tapi tambahnya lagi, saat sekarang ini sudah tidak ada lagi wilayah merah di Kota Pekanbaru.
“Sebagian masih kuning dan sisanya sudah masuk kategori hijau,” katanya lagi.
Kadiskes Pekanbaru juga bercerita beratnya beban selaku Kadiskes Pekanbaru di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
“Saya akhirnya bekerja dari pagi hingga tengah malam selama tujuh hari dalam seminggu. Hari Minggu biasanya saya keliling di wilayah pinggiran kota sambil memantau perkembangan Covid-19 disana,” katanya lagi.
Kondisi ini tambah HM Noer, MBS, pihaknya juga memantau kesiapan sejumlah rumah sakit di Kota Pekanbaru untuk menghadapi pandemi Virus Covid-19.
“Kita kumpulkan semua direktur rumah sakit di Pekanbaru dan kita tanyakan kesiapan mereka menghadapi pandemi Covid-19. Alhamdulillah semuanya siap termasuk sejumlah rumah sakit swasta seperti Awal Bros, Santa Maria, Eka Hospital maupun yang lainnya. Mereka semuanya siap menghadapi lonjakan pasien Covid-19,” tegasnya lagi.
Tapi alhamdulillah kondisi saat ini tegas Kadiskes Pekanbaru sudah mulai sedikit berangsur membaik.
“Tak seperti sebelumnya, lonjakan pasien Covid-19 di Kota saat ini sudah berada di bawah 100 pasien setiap harinya. Mudah-mudahan ini awal yang baik sampai Covid-19 benar-benar pergi dari Kota Pekanbaru,” katanya menambahkan.
Bicara soal proses vaksinasi Sinovac, Kadiskes mengatakan sudah berlangsung dengan baik.
“InsyaAllah semuanya berjalan sesuai rencana semula. Tidak kita temukan ada yang meninggal setelah proses vaksinasi. Semuanya hanya bergejala ringan. Tidak ada yang berat,” tegasnya menambahkan.
Hal senada juga disampaikan Kadiskes Sawahlunto. Pihaknya juga mengakui beratnya beban selaku Kadiskes di tengah pandemi Covid-19.
“Sama seperti di Kota Pekanbaru, kami juga menghadapi hal yang serupa. Semuanya kalang kabut sampai tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu,” kata Kadiskes Sawahlunto, Yasril, SKM.
Tapi katanya lagi, InsyaAllah semuanya kemudian bisa tertanggulangi secara bertahap.
Acara yang berlangsung dengan penuh keakraban ini akhirnya berakhir jelang masuknya waktu Ashar. (gr)












