Potret Lingkungan

Kadis LHK Diminta Punya Solusi Segera Atasi Persoalan Sampah

64
×

Kadis LHK Diminta Punya Solusi Segera Atasi Persoalan Sampah

Sebarkan artikel ini
Lagi-lagi sampah menumpuk di Kota Pekanbaru

Potret24.com, Pekanbaru – Tumpukan sampah masih terlihat jelas di sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru, Rabu (06/01/2021).

Hasil pantauan potret24.com, tumpukan sampah terlihat jelas di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Durian maupun Jalan Dahlia serta di sekitar perumahan warga di kawasan Kecamatan Sukajadi dan Senapelan.

Banyaknya tumpukan sampah tersebut otomatis menjadikan masyarakat setempat merasa khawatir dan was-was.

“Wajar donk. Tumpukan sampah itu khan sama artinya tumpukan berbagai jenis penyakit. Kita yang berada di sekitar tumpukan sampah merasa khawatir akibatnya nanti terkena penyakit akibat penumpukan sampah tersebut,” kata Ny Elisabet kepada potret24.com.

Ny Elisabet yang ditemui potret24.com di sekitar Jalan Dahlia, Kota Pekanbaru merasa sangat aneh karena sudah bertahun-tahun, solusi terkait penanganan sampah tak pernah tuntas.

“Sepertinya masalah sampah dirawat terus. Saya khawatir ada yang diuntungkan akibat polemik sampah tersebut. Kita punya Kadis yang khusus mengurus masalah sampah. Tapi sepertinya Kadis itu sendiri juga tidak mampu menyelesaikan masalah sampah hingga tuntas,” tegasnya lagi.

Hasil pengamatan potret24.com, maraknya penumpukan sampah dalam minggu ini akibat berakhirnya kontrak PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah sebagai rekanan DLHK Pekanbaru dalam pengangkutan sampah.

“Kontrak berakhir tapi Kadis LHK terlalu lama mencarikan solusi. Masa harus saya pula yang mengajarkan. Sebelum kontrak berakhir segera urus kontrak baru. Jika perlu sebelum kontrak berakhir, kontrak baru sudah selesai. Artinya sebelum masa pengelolaan sampah berakhir, DLHK sudah mendapatkan perusahaan pemenang pengelolaan sampah. Anak-anak juga paham itu Bapak. Cuma Bapak saja yang terlalu Oon,” katanya Iskandar juga warga setempat.

“Atau jika perlu dibuatkan kontrak pengelolaan sampah itu semacam proyek multiyears. Sekali untuk tiga atau empat tahun. Mendingkan cuma sekali dalam empat tahun, masyarakat dihebohkan dengan persoalan sampah. Tidak setiap tahun seperti saat ini,” tegasnya lagi.

Sementara itu Erni, salah seorang warga meminta agar petugas kebersihan segera mengangkut sampah yang ada di wilayah tersebut. Pasalnya tumpukan sampah tersebut sudah menimbulkan bau tidak sedap.

“Itu bisa dilihat (sampah). Lalat sudah banyak, baunya juga sudah gak enak. Kalau nanti turun hujan pasti semakin menjadi-jadi baunya,” cakap Erni, Selasa (05/01/2021).

Lanjut Erni, sampah yang ada di rumahnya tersebut sudah tidak diangkut oleh petugas dari awal tahun 2021. Selain itu ketika ia mencoba bertanya kepada RT dan RW namun tidak mendapat jawaban yang jelas.

“Kami sebagai masyarakat tidak mau tahu apa yang jadi permasalahan, tapi jangan menganiaya masyarakat seperti ini. Masa setiap tahun permasalahannya sampah terus,” pungkasnya. (gr)