Pekanbaru

Kadis DLHK Pekanbaru Bicara Soal Keterbatasan Alat Berat di TPA Muara Fajar

65
×

Kadis DLHK Pekanbaru Bicara Soal Keterbatasan Alat Berat di TPA Muara Fajar

Sebarkan artikel ini
Laporan ke Kejati Riau terkait persoalan sampah di Kota Pekanbaru

Potret24.com, Pekanbaru – Selain permasalahan penumpukan sampah di setiap sudut Kota Pekanbaru, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar juga terdapat permasalahan. Sejumlah alat berat yang terdapat di TPA Muara Fajar saat ini dalam kondisi rusak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Agus Pramono mengatakan bahwa alat berat tersebut sudah berada di TPA sejak tahun 2012.

Dalam arti alat berat tersebut sudah beroperasi selama 8 tahun.

“Kondisinya rusak, lalu baik lagi, rusak terus baik lagi. Di tahun 2020 ada 4 alat yang beroperasi, tapi juga rusak-rusak dan jadi 2 alat. Nanti rusak lagi, terus diperbaiki lagi,” jelasnya saat ditemui di kantor DPRD Pekanbaru, Selasa (05/01/2021).

Mantan Kasatpol PP Pekanbaru ini mengatakan bahwa dirinya memiliki ada dua opsi untuk mengatasi penumpukan sampah di TPA Muara Fajar, Opsi pertama adalah dengan memperbaiki alat berat tersebut dan yang kedua menyewa alat berat lain.

“Saya juga pernah pinjam alat berat ke PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah, ini dilakukan agar tidak ada penumpukan kendaraan di TPA,” jelasnya.

Lanjut Agus, saat ini DLHK juga tengah mengupayakan pembelian alat berat untuk ditempatkan di TPA Muara Fajar. Hanya saja ia mengakui saat ini ada beberapa aturan yang harus dilalui.

“Saya juga terikat pada aturan, maunya saya kalau bisa hari ini alat berat langsung dibawa ke sana. Tapi tidak bisa, nanti kita urus secepat mungkin supaya semuanya bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Sementara saat potret24.com bersama sejumlah anggota DPRD Pekanbaru datang sidak ke TPA Muara Fajar memang tampak sejumlah alat berat dalam kondisi rusak dan tidak bisa bekerja.

“Banyak rusaknya ketimbang bekerjanya Pak. Itulah kendala saat ini di TPA Muara Fajar. Kita tidak bisa bekerja maksimal. Persoalannya ini sudah disampaikan berbulan-bulan yang lalu ke Kadis LHK. Tapi alhamdulillah belum ada solusinya,” kata seorang pekerja di TPA Muara Fajar kepada potret24.com. (gr)