Potret Riau

Anggota DPRD Pelalawan Terlilit Skandal Video Mesum Mengaku Korban Jebakan

68
×

Anggota DPRD Pelalawan Terlilit Skandal Video Mesum Mengaku Korban Jebakan

Sebarkan artikel ini

Potret24.com, Pangkalan Kerinci – Anggota DPRD Pelalawan inisial SH mengaku kasus vidio mesum yang tengah dihadapinya karena adanya jebakan.

Korban selanjutnya diperas untuk dimintai sejumlah uang kalau tidak ingin vidionya tersebar luas.

Sumber potret24.com dari kalangan anggota DPRD Pelalawan, Minggu (03/01/2021) mengatakan, SH dipastikan jadi korban pemerasan.

“Sosok seorang lelaki dalam video itu adalah kawan kita. Hanya saja, dirinya mengaku dijebak kemudian diperas dengan dimintai sejumlah uang. Tak kuat dijadikan sapi perahan, korban selanjutnya melaporkan kasusnya tersebut ke aparat kepolisian,” kata sumber yang enggan dimintai identitasnya.

“Sebut sajalah dari salah seorang anggota DPRD Pelalawan,” katanya menambahkan.

Terkait peristiwa tersebut ditambahkannya sudah berlangsung cukup lama.

“Sudah sangat lama sekitar dua bulan yang lalu,” katanya menambahkan.

SH tambahnya lagi, semua berawal dari keisengan beliau karena tertahan gagal balik ke Pelalawan akibat tidak mendapatkan tiket pesawat pulang.

“Awalnya cuma iseng, karena SH tertahan cukup lama di Bandara Polonia, Medan karena gagal mendapatkan tiket pulang ke Pekanbaru. Iseng-iseng main medsos sambil mengisi kejenuhan dan chatting bersama seorang perempuan,” katanya lagi.

Chattingan inilah, kata dia, awal dari bencana bagi SH. Ia terjebak di tengah kesendirian oleh pelaku.

“Namanya manusia pasti tak luput dari khilaf dan salah. SH tak sadar chattingan berujung ke VCS, dan pelaku merekam, ternyata bertujuan untuk melancarkan aksi jahatnya,” cakap sumber ini.

Apa yang ditakutkan akhirnya menjadi kenyataan. Dimana setelah kejadian itu SH balik ke Pelalawan dan pelaku mulai melancarkan aksinya. Pelaku meminta sejumlah uang ke SH.

“Setelah kejadian ini pelaku memeras dan SH tak sudah tak tahan. Apalagi, video itu disebarkan pelaku ke Medsos dan ia pun membuat laporan ke polisi,” tandasnya.

SH sendiri dalam keterangan yang dikutip potret24.com dari cakaplah.com mengakui dirinya hanyalah menjadi korban jebakan hingga pemerasan.

“Maaf, karena saya jadi korban jebakan, pemerasan, ancaman akhirnya saya sudah melapor ke Polda Riau,” terang SH.

Atas kejadian ini, akhirnya ia mematikan nomor HP dan WA. Upaya ini dilakukan, kata dia, lantaran adanya pemberitaan di media yang tidak proporsional banyak terprovokasi.

“Disini perlu diluruskan, harusnya saya sebagai korban jebakan dan pemerasan tapi malah sebaliknya terkesan menambah tekanan,” tandasnya singkat.

Sebagai data tambahan SH saat ini menjabat di Komisi I DPRD Pelalawan dan memegang peran jabatan penting yakni salah satu ketua Fraksi di DPRD Pelalawan. Sosok SH adalah anggota dewan cerdas dan dikenal kritis. (gr/ckp)