Potret24.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo diperkirakan melakukan reshuffle kabinet, Rabu besok. Ada lima kursi menteri yang memungkinkan dirombak, dua di antaranya diisukan diduduki Sandiaga Uno dan Tri Rismaharini.
Sandiaga diprediksi akan masuk kabinet menduduki pos Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia akan menggantikan Wishnutama Kusubandio. Sementara Tri Rismaharini akan menggantikan Juliari Batubara sebagai Mensos.
Tiga slot lainnya adalah Menkes, Mendag, dan Menteri Agama, juga dikabarkan bakal dirotasi. Pos Mensos berpeluang besar direbut kembali oleh PDIP. Sosok Risma menjadi figur paling kuat.
“Sepertinya tak bergeser dari PDIP karena itu jatah parpol. Tentu saja PDIP tidak mau kehilangan pos ini meski kasus Juliari sangat memukul mereka, ” ujar Abadi Sunandi, pengamat politik, Selasa (22/12/2020).
Menurut Abadi, dua slot menteri yakni mensos dan menteri KKP pengganti Edhy Prabowo akan diisi oleh parpol.
Sementara pos Menag akan diisi oleh tokoh ormas atau cendekiawan.
Dua pos lainnya kemungkinan masih dinamis. Kata Abadi, kursi Menparekraf berpeluang diisi parpol maupun profesional. Untuk kursi menkes akan diisi profesional dengan rekomendasi parpol.
“Kalau Sandi masuk dia berpeluang di kursi menparekraf menggantikan Wisnu. Tapi ini masih fifty fifty. Risma sedikit lebih pakem karena dia usulan PDIP. Peluangnya lebih terbuka,” jelas. Abadi.
Tiga slot menteri menurut Abadi memang masuk dalam daftar reshuffle jika melihat pada alur respons psikologi publik. Seperti menag, dari awal kerap menuai kontroversi. Meski bekerja cukup baik, Menag Fakhrul Razi dinilai Abadi sering memberi statemen yang memicu perdebatan.
“Bagi Jokowi ini tidak lazim. Jokowi butuh figur yang lebih adem,” katanya.
Sementara Menparekraf juga dianggap berkerja tak optimal. Hasil survei dari Indonesia Political Review menunjukkan dari 38 Menteri, Wishnutama berada di posisi ke 33.
Kinerja Wishnutama juga sudah dipertanyakan publik sejak Februari 2020. Pada 19 Februari, Indo barometer merilis 10 nama menteri di kabinet Indonesia Maju yang berkinerja bagus. Dalam daftar itu tidak ada nama menparekraf.
Begitu juga kursi menkes menurut Abadi berpeluang direshuffle. Tapi kata dia pergantian Terawan tidak murni kinerja. Reshuffle ini lebih pada proyeksi politik.
“Menkes adalah figur profesional tapi setengah parpol. Kalau Terawan diganti itu karena ada lobi lobi parpol yang sebenarnya lebih pada pembagian jatah kursi yang terbatas. Nah di sini parpol berperan. Tapi sepertinya ini juga bakal diisi oleh rekomendasi PDIP,” paparnya. (gr)












