Potret24.com, PEKANBARU – Kota Pekanbaru saat ini masih berkutat terkait persoalan banjir yang sering terjadi di setiap musim penghujan. Saat ini Pemko Pekanbaru tengah menggesa pengerjaan masterplan pengendalian banjir.
Progresnya diperkirakan masih 60 persen dan ditargetkan rampung akhir tahun ini.
Anggota DPRD Pekanbaru asal Fraksi PAN, Roni Pasla mengatakan, jelang Masterplan yang tengah digarap itu selesai, pihaknya meminta PUPR Pekanbaru mencari ide lain agar persoalan banjir di Pekanbaru bisa segera tuntas.
Karena saat ini katanya lagi, curah hujan di Kota Pekanbaru sangat tinggi dan rentan terjadinya banjir.
“Curah hujan di Pekanbaru belakangan ini sangat tinggi. Ada sejumlah titik di Kota Pekanbaru yang sangat rentan dengan banjir. PUPR Pekanbaru harus segera atasi ini secepatnya. Minimal ada ide lah untuk segera diterapkan,” katanya, Rabu (11/11/2020).
Data yang dimilikinya, saat ini PUPR Pekanbaru telah memetakan sebanyak 39 titik banjir di Pekanbaru. Terkait data tersebut, Roni Pasla berharap PUPR Pekanbaru fokus pada titik-titik tersebut.
“PUPR Pekanbaru sudah memetakan titik-titiknya dari awal. Itu harus diantisipasi secara cepat. Supaya potensi banjirnya diperkecil,” ungkapnya
Sementara itu Kepala Dinas PUPR Pekanbaru, Indra Pomi mengatakan proses pembuatan Masterplan pengendalian banjir telah memasuki tahapan laporan antara. Katanya lagi, pihak konsultan telah melakukan survei di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
Konsultan menghitung jumlah titik rawan banjir, menghitung jumlah drainase, jumlah anak sungai, dan saluran drainase yang telah mati. Mereka nantinya memetakan dan mengkonstruksi kembali agar tidak terjadi banjir.
“Laporan dari konsultan hasil surveynya selama ini dilaporkan ke kita, dan ditanggapi oleh OPD terkait dan para camat,” jelasnya.
Ia berharap dengan masterplan ini bisa memberi solusi langkah-langkah apa yang akan kita lakukan ke depan dalam rangka membebaskan Pekanbaru secara bertahap dari kondisi banjir.
Ia tidak menampik saat ini di sejumlah wilayah masih direndam banjir saat hujan deras datang. Seperti wilayah di Kecamatan Tampan, dan Payung Sekaki.
“Jika masterplan pengendalian banjir rampung pada akhir tahun ini, maka kita dapat bekerja pada awal tahun 2021 untuk mengkonstruksi wilayah rawan banjir untuk penanganan jangka panjang,” jelasnya. (gr/ckp)












