Potret24.com, PALEMBANG – Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak yang dijadwalkan berlangsung Desember mendatang, pengurus parpol PDIP berkomitmen bakal mengusung Petahana HM Ilyas Panji Alam dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Hal ini disampaikan H Yulian Gunhar anggota DPR-RI Dapil Sumsel 2 di kantor DPC PDIP Kabupaten OI usai menggelar reses, Rabu (05/08/2020).
H Yulian Gunhar merupakan politisi senior PDIP yang juga pengurus parpol berlogo “banteng moncong putih” ini. Dijelaskan Yulian Gunhar, masyarakat Kabupaten Ogan Ilir lebih cerdas dalam memilih seorang calon pemimpin, dan ibarat sedang membeli barang janganlah memilih yang rongsokan pilihlah barang bagus serta berkualitas agar tak menyesal dikemudian hari.
Lanjutnya, jika bicara tentang Pilkada OI tahun 2020 maka yang dibahas adalah terkait program masing-masing calon, khususnya untuk kemajuan Kabupaten Ogan Ilir jangka waktu lima tahun kedepan.
Hal ini harus dimiliki para calon guna mencerdaskan para pemilih yang akan menentukan pilihannya di Pilkada OI.
“Apabila ingin dagangannya laku dibeli. Maka barang yang dijual haruslah dalam kondisi bagus agar masyarakat yang akan membeli tahu terhadap kualitas barang tersebut. Namun jika yang dijual barang rongsokan, meski dikasih “bedak” dan dihias sekalipun tetap menjadi barang rongsokan,“ ujar Paduka Gunhar sapaan akrab.
Menurut Gunhar, Jika ada tim sukses dari salah satu calon yang gemar memfitnah, menghujat maka itu justru menunjukkan ketidakmampuan dari calon yang diusungnya.
Karena itu ia mengajak masyarakat Ogan Ilir agar tidak mudah terprovokasi terhadap hal-hal yang berbau Suku Agama dan Ras (SARA) serta yang bersifat memecah belah masyarakat Kabupaten Ogan Ilir yang berjuluk Kota SANTRI ini.

“Saya yakin warga Ogan Ilir akan memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak dan kualitas yang baik dengan tidak memilih pemimpin yang memiliki riwayat perbuatan tercela yang sudah diputus pengadilan. Karena perbuatan tercela itu merupakan pelanggaran moral yang tentunya sangat berbeda dengan pelanggaran hukum pidana lainnya,” ucap Yulian Gunhar.
Data potret24.com menunjukkan calon Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi pernah terjerat narkotika dan sempat ditangkap BNN di kediamannya.
Sementara itu melihat Hasil survei yang telah dikeluarkan oleh Lingkaran survei Indonesi (LSI) Denny JA belum lama ini, Anggota DPRD Ogan Ilir Komisi I Rahmadi Djakfar dari PBB (Partai Bulan Bintang) meyakini akan hasil yang dirilis LSI, HM Ilyas Panji Alam masih sangat layak jadi Bupati di periode kedua 2021-2026.
Menurut Rahmadi Djakfar, LSI merupakan Lembaga Survei yang kredibel dan sangat terpercaya di Indonesia, biasanya LSI ini yang menjadi tolak ukur menang atau kalahnya seorang Kandidat yang berkompetisi dalam Pemilihan, baik itu Pilpres, Pileg , dan Pilkada, umumnya hasil survei LSI hanya beberapa persen yang meleset dari hasil akhirnya.
“Sangat wajar Bupati Ilyas Panji Alam terpilih kembali dalam Pilkada yang akan datang, fakta yang ada. sudah banyak trobosan-trobosan yang langsung menyentuh ke Masyarakat, diantaranya ialah dengan mencetuskan program unggulan membangun akhlak Anak dengan bekal Ilmu Agama Islam , melalui program ” Satu Desa Satu Diniayah ” , kemudian program ATM beras , pembangunan Infrastruktur, Transpormasi pertanian dan Program pro Rakyat lainnya ” kata wakil rakyat dari dapil Muara kuang-rambang kuang ini menjelaskan.
Menurutnya, Bupati Incumbent jauh unggul meninggalkan lawan-lawan yang lain, ”HM Ilyas itu sudah berbuat dan sedang menjabat, sedangkan bakal lawannya tidak ada yang diperbuat dan tidak menjabat, serta baru akan mencoba, kita berharap dengan hasil survei ini, semakin memantapkan langka dan arah tujuan pembangunan di ogan ilir ” Terangnya saat diwawancarai awak media diruang kerjanya Senin (03/08/20202)
Seperti diketahui, dari hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), pada simulasi tertutup, elektabilitas Ilyas Panji Alam tetap jauh mengungguli calon kandidat lainnya (56,82%). Sedangkan AW Noviadi Mawardi mendapatkan (18,41%), tetap berada diurutan kedua, dimana selisihnya sebesar (38,41%) dan yang belum menentukan pilihan (18,63%). (gr/ber)












